Jogja Halal Fest #3 Bangun Ekosistem Ekonomi Syariah Terintegrasi

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jogja – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY mendorong transformasi kesalehan personal menjadi kekuatan ekonomi umat melalui kolaborasi strategis dalam gelaran Syawalan dan Jogja Halal Fest (JHF) #3.

Kegiatan yang digelar di Gedung Heritage Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY ini melibatkan 71 stakeholder lintas sektor, mulai dari pemerintah, regulator, akademisi hingga pelaku usaha.

Ketua MES DIY, Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, menegaskan bahwa industri halal kini telah berkembang pesat dan menjadi sektor strategis dalam perekonomian global.

“Produk halal tidak lagi sekadar kebutuhan, tetapi telah menjadi peluang ekonomi global yang sangat besar. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar potensi ini berdampak luas,” ujarnya Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, Jogja Halal Fest yang digelar secara konsisten merupakan langkah nyata membangun ekosistem ekonomi syariah yang terintegrasi.

“Kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan semua pemangku kepentingan dalam satu ekosistem yang kuat dan berkelanjutan,” katanya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hermanto, menyebut momentum Syawal harus dimaknai sebagai titik awal penguatan ekonomi syariah yang inklusif.

“Syawal adalah langkah baru. Kami berharap inisiatif seperti Jogja Halal Fest terus berkembang dan memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Dr. Muhamad, M.Ag., mengingatkan pentingnya konsistensi nilai Ramadan dalam kehidupan ekonomi.

“Kesalehan personal harus ditransformasikan menjadi kesalehan sosial. Nilai kejujuran, disiplin, dan empati harus hadir dalam praktik ekonomi yang berkeadilan,” tuturnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjauhi riba serta memperkuat solidaritas sosial sebagai fondasi kebangkitan ekonomi umat.(waw)

Berita Terkait

Buruh DIY Turun ke Jalan, Tuntut Reformasi Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan
Suasana Hangat di Jogja, Ganjar Pranowo Berbaur dengan Pelari Komunitas
Dialog Republik: Akademisi dan Aktivis UGM Tinjau Ulang Lahirnya Indonesia
Rakor Lomba Karya Jurnalistik Pembangunan Jembatan Garuda dan Program Air Bersih Digelar Secara Daring
Konsep “Tepo Slira – Ngrumat Roso” Warnai Gathering Komunitas Bajaj Jogja
Ajang PPMKI Jateng Tour 2026 Setara Kejurnas, Persaingan Dipastikan Ketat
Percasi Kota Yogyakarta Gelar Muskot, Pembinaan Usia Dini Jadi Sorotan
Fakultas Hukum UWM Buktikan Kualitas Akademik Lewat Kompetisi Debat Hukum 2026

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:58 WIB

Buruh DIY Turun ke Jalan, Tuntut Reformasi Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:48 WIB

Suasana Hangat di Jogja, Ganjar Pranowo Berbaur dengan Pelari Komunitas

Kamis, 30 April 2026 - 20:28 WIB

Dialog Republik: Akademisi dan Aktivis UGM Tinjau Ulang Lahirnya Indonesia

Kamis, 30 April 2026 - 20:23 WIB

Rakor Lomba Karya Jurnalistik Pembangunan Jembatan Garuda dan Program Air Bersih Digelar Secara Daring

Kamis, 30 April 2026 - 17:01 WIB

Konsep “Tepo Slira – Ngrumat Roso” Warnai Gathering Komunitas Bajaj Jogja

Berita Terbaru

Jakarta

Ribka Tjiptaning, Buruh Penegak Perekonomian Bangsa

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:07 WIB