Konsep “Tepo Slira – Ngrumat Roso” Warnai Gathering Komunitas Bajaj Jogja

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JENDELANUSANTARA.COM, Jogja – Kegiatan gathering komunitas Bajaj Njeron Beteng (BNB) digelar dengan tujuan sederhana namun berdampak besar, yakni mempererat hubungan antar anggota.

Acara ini menjadi momentum penting bagi para driver untuk saling terhubung lebih dekat di tengah kesibukan mereka sehari-hari di jalan.

Salah satu panitia, Ganis, menegaskan bahwa kegiatan ini memang dirancang sebagai ruang kebersamaan.

“Agar anggota lebih mengenal satu dengan yang lainnya, dan juga mempererat tali silaturahmi,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Ia menilai, komunikasi yang baik antar anggota akan berdampak langsung pada kekompakan komunitas.

Tak sekadar kumpul biasa, gathering ini juga membawa pesan kuat tentang arti kebersamaan. Panitia menekankan bahwa kekuatan besar bisa lahir dari hal-hal kecil yang dilakukan bersama-sama.

“Sesuatu hal yang kecil, apabila kita lakukan bersama-sama akan menjadi sesuatu hal yang besar,” jelasnya.

Konsep “Tepo Slira – Ngrumat Roso” sengaja diangkat sebagai nilai utama dalam kegiatan tersebut. Menurut panitia, empati menjadi kunci penting dalam membangun hubungan antar anggota.

“Hidup itu bukan cuma soal benar atau salah, tapi juga soal menjaga perasaan dan memahami orang lain,” ungkapnya.

Dengan memilih lokasi pantai, suasana gathering dibuat lebih santai dan menyegarkan. Kegiatan ini juga melibatkan keluarga para driver agar tercipta pemahaman yang lebih luas tentang profesi mereka.

“Kebersamaan dan keharmonisan dalam bekerja bisa terbangun, termasuk pengertian keluarga terhadap kondisi driver,” tegasnya.

Sementara itu, pemerhati UMKM sekaligus anggota DPRD Kota, M. Sofyan, menyampaikan dukungannya terhadap komunitas ini.

“Keberadaan mereka perlu diapresiasi. Mereka bukan hanya driver, tapi juga bisa menjadi pemandu wisata,” ujarnya.

Ia menambahkan pentingnya edukasi, legitimasi, dan sertifikasi bagi para driver agar peluang ekonomi semakin terbuka.

“Harapannya saling belajar dan menambah wawasan, agar lebih mudah mendapatkan peluang rezeki ke depan,” pungkasnya.(waw)

Berita Terkait

Ajang PPMKI Jateng Tour 2026 Setara Kejurnas, Persaingan Dipastikan Ketat
Percasi Kota Yogyakarta Gelar Muskot, Pembinaan Usia Dini Jadi Sorotan
Fakultas Hukum UWM Buktikan Kualitas Akademik Lewat Kompetisi Debat Hukum 2026
BPBD Sleman Catat Dampak Angin Kencang, Rumah Warga dan Usaha Terdampak
Dibalik Popularitas Herbal Sachet, Ada Edukasi Konsumsi yang perlu dipahami
Pembunuhan Siswa Bantul Picu Keprihatinan, DPR Dorong Hukuman Maksimal bagi Pelaku
Ribuan Masyarakat Jogja Deklarasikan Komitmen Jaga Kondusivitas Kota
Akademisi Nilai Ukuran Relevansi Prodi Tak Bisa Hanya Berdasar Kebutuhan Industri

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 17:01 WIB

Konsep “Tepo Slira – Ngrumat Roso” Warnai Gathering Komunitas Bajaj Jogja

Kamis, 30 April 2026 - 16:54 WIB

Ajang PPMKI Jateng Tour 2026 Setara Kejurnas, Persaingan Dipastikan Ketat

Kamis, 30 April 2026 - 16:09 WIB

Percasi Kota Yogyakarta Gelar Muskot, Pembinaan Usia Dini Jadi Sorotan

Kamis, 30 April 2026 - 14:11 WIB

Fakultas Hukum UWM Buktikan Kualitas Akademik Lewat Kompetisi Debat Hukum 2026

Kamis, 30 April 2026 - 09:14 WIB

BPBD Sleman Catat Dampak Angin Kencang, Rumah Warga dan Usaha Terdampak

Berita Terbaru