Banjir Kota Bekasi Belum Terurai, DPRD Dorong Normalisasi Sungai dan Pembangunan Polder 

Kamis, 26 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bekasi, Rizki Topananda. (Dok DPRD)

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bekasi, Rizki Topananda. (Dok DPRD)

JENDELANUSANTARA.COM, Bekasi — Persoalan banjir masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan di Kota Bekasi. Salah satu wilayah yang kerap terdampak adalah Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, yang dinilai membutuhkan penanganan konkret dan berkelanjutan.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bekasi, Rizki Topananda, menyoroti kondisi tersebut dan mengusulkan langkah strategis kepada Pemerintah Kota Bekasi. Ia mendorong normalisasi Sungai Bekasi serta pembangunan kolam retensi (polder) di lahan milik Perum Jasa Tirta (PJT) sebagai upaya mengantisipasi banjir kiriman.

Menurut Rizki, posisi geografis Harapan Mulya yang berbatasan langsung dengan aliran Sungai Bekasi membuat kawasan ini rawan terdampak luapan air. Risiko banjir tetap tinggi, bahkan saat curah hujan di wilayah tersebut rendah.

“Wilayah Harapan Mulya ini banyak yang berbatasan dengan Sungai Bekasi. Ketika terjadi luapan, apalagi akibat kiriman air dari hulu, meskipun tidak hujan di sini, wilayah ini tetap terdampak,” ujar Rizki, Selasa (24/3/2026).

Ia menjelaskan, usulan penanganan banjir mencakup dua langkah utama. Pertama, pengerukan sedimen atau normalisasi sungai untuk meningkatkan kapasitas tampung air. Kedua, pemanfaatan lahan milik PJT untuk pembangunan kolam retensi yang berfungsi menahan dan mengurangi debit air.

“Dengan adanya kolam retensi ini, kita dapat mengurai bahkan meminimalisir dampak banjir akibat kiriman air,” katanya.

Selain itu, Rizki menekankan urgensi pengerukan sungai guna mencegah potensi longsor di bantaran yang mengancam permukiman warga serta area pemakaman.

Rencana pembangunan polder, lanjut dia, akan diajukan pada tahun ini ke Kementerian Pekerjaan Umum. Sementara itu, Pemerintah Kota Bekasi diminta mempersiapkan sinkronisasi administrasi dan program agar pelaksanaan proyek dapat berjalan efektif.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau turut berperan dalam mitigasi banjir secara mandiri. Salah satunya melalui pembuatan lubang biopori guna meningkatkan daya serap air di lingkungan sekitar.

“Upaya sederhana dari masyarakat setidaknya bisa membantu meminimalisir dampak banjir saat musim hujan tiba,” ujar Rizki. (ihd)

Berita Terkait

Wali Kota Bekasi: ASN WFA, Pelayanan Publik Tetap Prioritas!
Kota Bekasi Kebut Venue Porprov Jabar 2026, DPRD Soroti Drainase Bantargebang
DPRD Kota Bekasi Soroti WFH, Pengawasan Diperketat agar Tak Jadi ‘Libur Terselubung’
Tri Adhianto Pastikan Kinerja ASN Tetap Maksimal Meski Terapkan Work From Anywhere
Pendatang di Kota Bekasi Meningkat Pasca-Lebaran, DPRD Ingatkan Pentingnya KTP dan Kesiapan Diri
Sampah Menumpuk di Bahu Jalan, DPRD Kota Bekasi Desak Solusi Cepat TPST Bantargebang
Listyo Sigit Prabowo Tekankan Kesiapan Pengamanan, Pemkot Bekasi Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Tri Adhianto: Sekitar 60 Persen Warga Bekasi Lakukan Mudik Lebaran

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:47 WIB

Banjir Kota Bekasi Belum Terurai, DPRD Dorong Normalisasi Sungai dan Pembangunan Polder 

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:30 WIB

Wali Kota Bekasi: ASN WFA, Pelayanan Publik Tetap Prioritas!

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:33 WIB

DPRD Kota Bekasi Soroti WFH, Pengawasan Diperketat agar Tak Jadi ‘Libur Terselubung’

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:06 WIB

Tri Adhianto Pastikan Kinerja ASN Tetap Maksimal Meski Terapkan Work From Anywhere

Senin, 23 Maret 2026 - 10:29 WIB

Pendatang di Kota Bekasi Meningkat Pasca-Lebaran, DPRD Ingatkan Pentingnya KTP dan Kesiapan Diri

Berita Terbaru