Sampah Menumpuk di Bahu Jalan, DPRD Kota Bekasi Desak Solusi Cepat TPST Bantargebang

Minggu, 22 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton. (Humas DPRD)

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton. (Humas DPRD)

JENDELANUSANTARA COM, Bekasi — Insiden pembuangan sampah di bahu jalan yang terjadi di kawasan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kamis (19/3/2026) malam, memantik sorotan dari DPRD Kota Bekasi. Peristiwa ini dinilai sebagai dampak langsung dari penutupan akses Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang pasca insiden longsor.

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton, menilai situasi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut. Ia mendesak Pemerintah Kota Bekasi segera mengambil langkah konkret guna mencegah persoalan lingkungan yang lebih luas.

Penutupan akses TPST Bantargebang oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menyusul kekhawatiran akan potensi longsor susulan, berdampak pada aktivitas paguyuban pengelola sampah, khususnya di Kelurahan Cikiwul. Kondisi ini memicu kebuntuan dalam sistem pengelolaan sampah yang selama ini telah berjalan.

“Warga belum bisa membuang sampah ke dalam TPA karena sebelumnya terjadi kemacetan parah. Saat ini masih dikoordinasikan dengan DKI, mengingat ada kekhawatiran longsor susulan,” ujar Anton, Minggu (22/3/2026).

Keterbatasan akses tersebut diduga memicu sebagian warga membuang sampah di bahu jalan sebagai bentuk pelampiasan atas tersendatnya layanan. Namun, Anton menegaskan tindakan tersebut justru menimbulkan persoalan baru, terutama terkait kesehatan dan kenyamanan lingkungan.

“Baunya menyebar ke mana-mana, ini jadi tanggung jawab siapa?” katanya.

Ia mengingatkan pentingnya penyelesaian masalah secara bijak tanpa saling menyalahkan. Menurut dia, koordinasi lintas pemerintah daerah menjadi kunci agar persoalan ini tidak semakin meluas.

Anton juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, terlebih menjelang momentum Hari Raya Idulfitri. Lingkungan yang bersih dan nyaman, kata dia, menjadi kebutuhan penting bagi warga dalam menjalankan aktivitas sosial, termasuk bersilaturahmi.

“Momentum Lebaran seharusnya menjadi waktu untuk menciptakan ketenangan dan kenyamanan bersama, termasuk dalam menjaga lingkungan,” ujarnya. (ihd)

Berita Terkait

Investor Daily Summit 2026 Soroti Masa Depan Ekonomi, Hilirisasi dan AI Jadi Bahasan
Penertiban Lahan PJT II, Pemkot Bekasi Bongkar Bangunan Liar di Tanah Apit
Tri Adhianto Dukung Kerja Sama Pemprov Jabar, Warga Bisa Berobat di RS Jaringan Pemerintah
Serunya Wali Kota Bekasi dan Warga Nobar Timnas di Plaza Patriot Chandrabhaga
Hibah Aset Daerah Rp2,7M, Wali Kota Bekasi Serah Terima Kepada Kemenag Kota Bekasi
Wawali Harris Bobihoe Ajak Warga Bangun Keluarga Kuat, Bahagia dan Sejahtera
Hadiri Fun Run, Harris Bobihoe Ajak Warga Perkuat Budaya Hidup Sehat
Cak Imin Soroti Keberhasilan Vida, Bekasi Bersiap Perluas Jangkauan Pasar Rakyat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:53 WIB

Investor Daily Summit 2026 Soroti Masa Depan Ekonomi, Hilirisasi dan AI Jadi Bahasan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Penertiban Lahan PJT II, Pemkot Bekasi Bongkar Bangunan Liar di Tanah Apit

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Tri Adhianto Dukung Kerja Sama Pemprov Jabar, Warga Bisa Berobat di RS Jaringan Pemerintah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Serunya Wali Kota Bekasi dan Warga Nobar Timnas di Plaza Patriot Chandrabhaga

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Hibah Aset Daerah Rp2,7M, Wali Kota Bekasi Serah Terima Kepada Kemenag Kota Bekasi

Berita Terbaru

PURWAKARTA

Polres Purwakarta Dialog Humanis Berlangsung Tertib

Kamis, 8 Okt 2026 - 16:17 WIB