Tambahan kemenangan ini membuat Arsenal semakin kokoh di puncak klasemen Liga Inggris dengan koleksi 70 poin dari 31 pertandingan. Sementara Everton tertahan di peringkat kedelapan dengan 43 poin.
Sejak awal pertandingan, Arsenal tampil menekan. Peluang pertama hadir pada menit kelima ketika tembakan keras Noni Madueke memaksa kiper Everton Jordan Pickford melakukan penyelamatan.
Everton merespons pada menit ke-17 melalui peluang Dwight McNeil. Bola umpan silang yang sempat dihalau kiper Arsenal David Raya jatuh ke kaki McNeil, tetapi tembakannya berhasil diblok bek Riccardo Calafiori.
McNeil kembali mengancam lewat tembakan jarak jauh yang membentur tiang gawang. Bola kemudian memantul mengenai tubuh Iliman Ndiaye sebelum keluar lapangan.
Tim tamu terus memberi tekanan. Pada menit ke-31, Kiernan Dewsbury-Hall melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, tetapi kembali digagalkan Raya. Hingga turun minum, kedua tim belum mampu memecah kebuntuan.
Memasuki babak kedua, Everton kembali memperoleh peluang lebih dulu. Penyerang Beto melepaskan tembakan memanfaatkan situasi sepak pojok pada menit ke-48, namun Raya sigap menahan bola dengan kakinya.
Arsenal kemudian meningkatkan tekanan. Upaya Bukayo Saka pada menit ke-60 masih mampu digagalkan Pickford. Penjaga gawang tim tamu itu kembali melakukan penyelamatan penting pada menit ke-76 ketika menepis tembakan keras Eberechi Eze.
Kebuntuan akhirnya pecah menjelang akhir pertandingan. Pada menit ke-89, umpan silang Dowman ke tiang jauh mengenai pemain belakang Everton dan memantul ke arah Gyökeres. Penyerang asal Swedia itu dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong untuk membawa Arsenal unggul 1-0.
Saat memasuki masa injury time, Everton berusaha menyamakan kedudukan dengan mendorong Pickford ikut maju dalam situasi sepak pojok. Namun Arsenal berhasil menghalau bola. Dowman kemudian melakukan sprint dari tengah lapangan sebelum menuntaskan peluang ke gawang kosong untuk mengunci kemenangan 2-0 bagi Arsenal. (ihd)














