JENDELANUSANTARA.COM, Istanbul — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa negaranya tidak pernah menerima tawaran senjata nuklir dari Inggris maupun Prancis. Namun, ia menyatakan akan menyambut tawaran semacam itu jika benar-benar ada.
“Dengan senang hati, tetapi saya tidak menerima tawaran apa pun. Namun, dengan senang hati,” ujar Zelenskyy dalam wawancara dengan Sky News, Jumat (27/2/2026), sebagaimana dikutip sejumlah media Ukraina.
Pernyataan itu disampaikan untuk menanggapi tudingan Rusia yang menyebut Kyiv tengah berupaya memperoleh senjata nuklir melalui London dan Paris. “Tidak, itu tidak terjadi,” kata Zelenskyy, membantah klaim tersebut.
Sebelumnya, Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia menuduh Inggris dan Prancis secara aktif mengupayakan penyediaan bom nuklir bagi Ukraina. Lembaga tersebut bahkan mengklaim kedua negara Barat itu menilai kepemilikan senjata nuklir akan memperkuat posisi tawar Kyiv dalam negosiasi guna mengakhiri perang yang telah memasuki tahun kelima pada 24 Februari lalu.
Dalam konferensi pers di Kyiv bersama Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre, Zelenskyy kembali membantah tudingan tersebut. Ia menyebutnya sebagai bentuk tekanan politik menjelang perundingan damai yang dimediasi oleh Amerika Serikat.
Konflik Rusia–Ukraina yang pecah sejak Februari 2022 terus menjadi sorotan internasional. Isu persenjataan strategis, termasuk senjata nuklir, dinilai berpotensi memperluas eskalasi dan mempersulit upaya diplomasi yang tengah diupayakan sejumlah negara. (Anadolu/Sputnik)














