Gerindra Minta Kajari Binjai Lebih Teliti Soal DIF 2023

Jumat, 20 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ronggur Simorangkir (Istimewa)

Ronggur Simorangkir (Istimewa)

JENDELANUSANTARA.COM, Binjai – Gerindra minta Kajari Binjai lebih teliti soal dugaan korupsi dan pergeseran anggaran Dana Insentif Fiskal (DIF) 2023. Penetapan status tersangka mantan Kadis Pertanian Relasen Ginting (RG) dinilai aneh.

“Kasus ini agak sedikit aneh, sebab saya baca di media materi pemeriksaan RG itu soal DIF, namun beliau jadi tersangka setelah Kejari Binjai umumkan penghentian penyidikan dugaan korupsi DIF 2023 pada 30 Desember kemarin,” kata Ronggur, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, penetapan tersangka RG ini terkesan jadi terpaksa pasca ada gerakan dari BADKO HMI Sumut yang mendorong agar Komjak RI dan Jamwas diminta turun ke Binjai terkait penghentian penyidikan dugaan korupsi DIF ini.

Katanya, penggunaan DIF itu sudah jelas tujuannya. Merujuk PMK 125 tahun 2023 penggunaan DIF itu untuk pengendalian inflasi, penurunan stunting, peningkatan investasi, dan angka penurunan kemiskinan. Memang boleh saja DIF itu dipakai untuk bayar hutang, tapi coba ditelaah lagi apa korelasinya sudah sesuai dengan PMK 125.

Lanjutnya, sepengetahuan kami materi pemeriksaan RG itu soal DIF, dan dia sudah jelaskan semuanya oleh penyidik. Meskipun Kejari Binjai hentikan penyidikan terkait DIF dan lalu kemudian RG ditetapkan tersangka.

Meskipun begitu, kata Ronggur, kami dari Gerindra mengapresiasi kinerja Pak Iwan Setiawan yang serius menangani perkara ini. Kami juga mendorong agar masalah ini diusut tuntas agar jangan ada yang merasa jadi korban dan tumbal.

“Apa ia, dua Kepala Dinas sudah jadi tersangka, Walikota nya tidak tau apa-apa?” tutup Ronggur Simorangkir. (red)

Berita Terkait

Sukamta Dorong Prabowo Desak Penghentian Kekerasan di Gaza dalam Forum Board of Peace
IIPP 2025: PKS Tertinggi dengan Skor 71, Rata-rata Nasional Masih Kategori Sedang
Dana Umat Berpotensi Rp500 Triliun per Tahun, Perlu Kelola Terintegrasi
Prabowo Buka Opsi Indonesia Keluar dari Dewan Perdamaian Gaza
Kemenag Dorong PTKIN Buka Kelas Internasional dan Ekspansi Global
Menag Sebut NU sebagai Pesantren Besar dan Memiliki Kekuatan Moderasi
Alquran Isyarat Indonesia: Mushaf Pertama Dunia, Curi Perhatian di Book Fair Kairo
Integrasi Data Guru Non-ASN Jadi Fokus Pemerintah 2026 untuk Pemerataan

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:26 WIB

Gerindra Minta Kajari Binjai Lebih Teliti Soal DIF 2023

Senin, 16 Februari 2026 - 18:04 WIB

Sukamta Dorong Prabowo Desak Penghentian Kekerasan di Gaza dalam Forum Board of Peace

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:03 WIB

IIPP 2025: PKS Tertinggi dengan Skor 71, Rata-rata Nasional Masih Kategori Sedang

Sabtu, 7 Februari 2026 - 21:45 WIB

Dana Umat Berpotensi Rp500 Triliun per Tahun, Perlu Kelola Terintegrasi

Selasa, 3 Februari 2026 - 22:48 WIB

Prabowo Buka Opsi Indonesia Keluar dari Dewan Perdamaian Gaza

Berita Terbaru

Ronggur Simorangkir (Istimewa)

POLITIK

Gerindra Minta Kajari Binjai Lebih Teliti Soal DIF 2023

Jumat, 20 Feb 2026 - 17:26 WIB