Sukamta Dorong Prabowo Desak Penghentian Kekerasan di Gaza dalam Forum Board of Peace

Senin, 16 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta meminta Presiden Prabowo Subianto mendesak penghentian segera seluruh bentuk kekerasan serta memastikan perlindungan maksimal bagi warga sipil Palestina saat menghadiri rapat perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC, Amerika Serikat.

Menurut Sukamta, stabilitas dan keamanan menjadi prasyarat utama bagi terwujudnya proses perdamaian yang berkelanjutan di Gaza, Palestina. Karena itu, forum internasional tersebut dinilai strategis untuk mempertegas posisi Indonesia dalam isu kemanusiaan global.

“Pemerintah dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa yang konsisten memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan,” ujar Sukamta di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Ia menegaskan kembali pentingnya dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan penuh Palestina melalui solusi dua negara yang adil, bermartabat, dan selaras dengan hukum internasional. Forum BoP, kata dia, harus menjadi ruang untuk memperkokoh komitmen tersebut.

Selain itu, Sukamta mengingatkan agar setiap agenda rekonstruksi dan pemulihan pascakonflik berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak-hak rakyat Palestina serta prinsip kedaulatan. Perdamaian yang kokoh, menurut dia, tidak cukup hanya dengan penghentian konflik sementara, melainkan harus dibangun di atas fondasi keadilan.

Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum Board of Peace juga dinilai sebagai peluang memperkuat peran aktif Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia, sebagaimana diamanatkan konstitusi.

“Setiap langkah diplomasi harus berpijak pada kepentingan nasional Indonesia sekaligus konsisten dengan komitmen historis terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina,” ujarnya.

Ia menambahkan, partisipasi Indonesia dalam forum tersebut merupakan bagian dari diplomasi aktif untuk mendorong tatanan dunia yang lebih stabil dan berkeadilan. Dalam perspektif kepentingan nasional, stabilitas global yang berbasis hukum internasional dinilai berdampak langsung pada keamanan dan kepentingan Indonesia. (ihd)

Berita Terkait

Hari Pertama Memimpin, Suyudi Rombak Polri dari Mabes sampai Polda
Rocky Gerung Masuk Lingkar Istana, Dilantik sebagai Anggota Wantimpres
Purbaya Dicopot Saat Rapat, Telepon Mensesneg Jadi Penanda Pergantian Menkeu
Dasco Teken Komitmen RUU Perampasan Aset Rampung 15 Desember 2026, Siap Mundur Jika Gagal
Respons Budi Arie, Gerindra: Kami Fokus Mengawal Program Prabowo yang Pro Rakyat
Ribuan Warga Zikir Kebangsaan di Monas, Layanan 13 KA Dialihkan ke Jatinegara 
Kader Muda Gerindra Sebut Ketua DPW Nasdem Iskandar ST Tendensius kepada Gubernur
MBG Tetap Jadi Program Prioritas Pemerintah Prabowo Usai Kepala BGN Diganti

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Hari Pertama Memimpin, Suyudi Rombak Polri dari Mabes sampai Polda

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:08 WIB

Rocky Gerung Masuk Lingkar Istana, Dilantik sebagai Anggota Wantimpres

Senin, 14 September 2026 - 23:29 WIB

Purbaya Dicopot Saat Rapat, Telepon Mensesneg Jadi Penanda Pergantian Menkeu

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Dasco Teken Komitmen RUU Perampasan Aset Rampung 15 Desember 2026, Siap Mundur Jika Gagal

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Respons Budi Arie, Gerindra: Kami Fokus Mengawal Program Prabowo yang Pro Rakyat

Berita Terbaru