JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Cipto Mangunkusumo (RSCM) memperkuat kerja sama strategis dalam pengembangan layanan Center of Excellence (CoE) bersama PT Pertamina Bina Medika IHC (Indonesia Healthcare Corporation) pada Selasa (27/1/2026) di Jakarta.
Kesepakatan ini diharapkan mendorong peningkatan mutu layanan kesehatan rujukan nasional dan penguatan ketahanan sistem pelayanan medis Indonesia.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara RSCM dan IHC di lingkungan rumah sakit.
Pernyataan bersama kedua pihak menegaskan komitmen meningkatkan kualitas layanan spesialistik yang menjadi unggulan RSCM, termasuk dalam bidang digestif dan layanan klinis lanjutan.
Direktur Utama RSCM dr. Supriyanto, Sp.B, FINACS, M.Kes menyatakan, kerja sama dengan IHC merupakan langkah strategis untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih terintegrasi dan berstandar tinggi.
“Dengan sinergi ini, kami yakin layanan spesialistik di RSCM dapat semakin dikenal luas, sekaligus memperkuat kontribusi RSCM dalam sistem rujukan pelayanan kesehatan tingkat nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Sinergi Lintas Rumah Sakit Rujukan
Menurut rilis resmi, kolaborasi IHC tidak hanya dengan RSCM, tetapi juga melibatkan beberapa rumah sakit rujukan di bawah Kementerian Kesehatan.
IHC menggandeng lima rumah sakit untuk mengembangkan jaringan Center of Excellence yang mencakup layanan kardiologi, onkologi, neurologi, gastroenterologi, dan ortopedi.
Kelima rumah sakit itu antara lain RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (kardiologi), RS Kanker Dharmais (onkologi), RS Pusat Otak Nasional (neurologi), RSCM (gastroenterologi), serta RSUP Fatmawati (ortopedi).
Pendekatan Center of Excellence dirancang untuk menyatukan sumber daya tenaga medis, teknologi diagnostik, dan terapi terpadu agar pasien memperoleh layanan yang cepat, komprehensif, dan berbasis bukti (evidence-based).
Sinergi ini dipandang sebagai bagian dari upaya menyokong Transformasi Sistem Kesehatan Nasional—sebuah prioritas dalam Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2025–2029 yang menggarisbawahi peningkatan kualitas layanan, optimalisasi sumber daya, dan kemandirian layanan dalam negeri.
Layanan RSCM Tetap Optimal
Kendati penandatanganan MoU berlangsung di tengah aktivitas pelayanan harian, situasi di sekitar RSCM terpantau kondusif.
Manajemen rumah sakit menegaskan layanan berjalan optimal, termasuk Poliklinik Reguler Sore & Sabtu yang tetap dibuka untuk menjamin akses pelayanan pasien rawat jalan di luar jam kerja pagi.
Data internal RSCM menunjukkan peningkatan kunjungan pasien rawat jalan sekitar 7–9 persen selama enam bulan terakhir, seiring upaya optimalisasi jadwal layanan dan kapasitas klinis.
Penguatan Center of Excellence juga dipandang sebagai peluang memperluas kualitas pendidikan dan pelatihan klinis bagi tenaga kesehatan. RSCM, melalui Indonesian Clinical Training & Education Center (ICTEC), telah memiliki program pelatihan yang melibatkan puluhan ribu peserta sejak 15 tahun terakhir. Target ke depan adalah menjadikan CoE sebagai hub pendidikan dan riset klinis yang berdaya saing internasional.
Peran IHC sebagai Holding RS BUMN
PT Pertamina Bina Medika IHC merupakan holding jaringan rumah sakit dan klinik BUMN yang bertujuan memperkuat kualitas layanan kesehatan nasional.
IHC mengelola puluhan rumah sakit dan klinik di seluruh Indonesia serta aktif menjalin kerja sama strategis, termasuk dengan mitra internasional seperti SingHealth dari Singapura dan jaringan Mayo Clinic Care Network, guna memperkaya praktik klinis dan inovasi layanan medis.
Dengan kerja sama ini, RSCM dan IHC berharap dapat menghadirkan layanan kesehatan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era perkembangan penyakit kompleks dan tuntutan layanan berstandar tinggi. (ihd)













