JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengambil bagian dalam upaya memperkuat kemandirian kesehatan nasional melalui kolaborasi pengiriman plasma manusia ke fasilitas fraksionasi di Korea Selatan. Plasma tersebut akan diolah menjadi bahan baku obat berbasis plasma yang memiliki nilai strategis dalam layanan kesehatan.

Pengiriman plasma ini dikelola oleh Unit Pengelolaan Darah RSCM dengan mengacu pada standar mutu dan keamanan internasional. Seluruh tahapan, mulai dari seleksi donor, pengambilan, penyimpanan, hingga distribusi plasma, dilakukan secara ketat untuk menjamin keamanan serta kualitas bahan baku obat yang dihasilkan.
Direktur Utama RSCM dr Supriyanto Dharmoredjo, Sl.B, FINACS, M.Kes, menyatakan, kerja sama fraksionasi plasma di luar negeri ini merupakan langkah transisi dalam pengembangan industri obat berbasis plasma di Indonesia. “Kebutuhan terhadap produk obat plasma, seperti albumin dan imunoglobulin, terus meningkat seiring kompleksitas layanan kesehatan. Melalui kolaborasi ini, Indonesia menyiapkan fondasi menuju kemandirian produksi obat plasma di dalam negeri,” ujarnya.
Selama ini, sebagian besar kebutuhan obat plasma nasional masih bergantung pada impor. Dengan pengiriman plasma ke fasilitas fraksionasi yang telah memiliki teknologi dan sertifikasi global, RSCM memastikan bahwa plasma dari donor Indonesia dapat diolah menjadi produk yang aman, efektif, dan memenuhi standar internasional.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan menjadi sarana alih pengetahuan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. RSCM menilai, pengalaman kerja sama internasional akan mempercepat kesiapan Indonesia dalam membangun fasilitas fraksionasi plasma nasional di masa mendatang.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian sektor kesehatan, khususnya pada penyediaan obat esensial strategis. RSCM menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif sebagai rumah sakit rujukan nasional, tidak hanya dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga dalam mendukung sistem kesehatan nasional yang berkelanjutan dan mandiri. (ihd)














