Israel Tak Izinkan Jurnalis Asing Masuk Gaza, Meski Rafah Sudah Dibuka

Selasa, 27 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para jurnalis merekam video bangunan di depan bagian utara pintu masuk Gaza pada Oktober 2024. (Ata Al Qattas/AFP)

Para jurnalis merekam video bangunan di depan bagian utara pintu masuk Gaza pada Oktober 2024. (Ata Al Qattas/AFP)

Dalam sidang yang digelar Senin, para hakim memutuskan menunda putusan atas petisi FPA yang menuntut dibukanya akses bagi awak media internasional ke Gaza. Penundaan ini menambah daftar penangguhan serupa sejak petisi tersebut diajukan hampir satu setengah tahun lalu.

Surat kabar Haaretz melaporkan, perwakilan otoritas Israel menyampaikan kepada Mahkamah Agung bahwa jurnalis asing tetap tidak diperkenankan masuk ke Gaza dengan alasan risiko keamanan. Pemerintah menilai situasi di lapangan masih belum memungkinkan bagi kehadiran media internasional.

Petisi FPA merupakan upaya kedua yang diajukan ke pengadilan terkait pembatasan akses jurnalis. Petisi pertama ditolak tak lama setelah perang pecah. Sejak itu, pengadilan berulang kali mengabulkan permohonan pemerintah untuk menunda pengambilan keputusan.

Pengacara Gilad Sher, yang mewakili FPA, menyatakan pembatasan tersebut belum berubah meski kondisi di Gaza telah mengalami pergeseran signifikan. “Dua tahun setelah perang meletus, 16 bulan sejak petisi diajukan, dan tiga bulan setelah perubahan mendasar di Jalur Gaza, posisi otoritas tetap sama dan pembatasan menyeluruh masih diberlakukan,” ujarnya.

Menurut Sher, para pemohon mewakili sekitar 400 jurnalis dari lebih dari 130 organisasi media di sekitar 30 negara. Media-media tersebut menyiarkan dalam sekitar 10 bahasa dan menjangkau ratusan juta hingga miliaran audiens di seluruh dunia. FPA menilai akses jurnalis independen penting untuk memastikan peliputan yang akurat dan berimbang mengenai situasi kemanusiaan di Gaza. (ihd)

Berita Terkait

AS Ketahuan Ngarang Lagi, Iran Takkan Pernah Lepaskan Uranium
Kerbau Bernama Donald Trump, Batal Disembelih atas Instruksi Pemerintah
AS Klaim Peluang Kesepakatan Nuklir dengan Iran Kian Besar
Ketegangan Selat Hormuz Berlanjut, AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melonjak
Eropa Jamin Keamanan Hormuz Asal Iran Segera Setujui Proposal Damai AS
Pentolan NATO Sebut AS telah Gagal, Dipermalukan Strategi Iran yang Piawai
Indonesia Ajak Uni Eropa Perkuat Kemitraan dengan ASEAN di Tengah Krisis Global
Iran Kirim Sinyal Damai ke AS lewat Pakistan, Araghchi Bawa Syarat Penghentian Konflik

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:55 WIB

AS Ketahuan Ngarang Lagi, Iran Takkan Pernah Lepaskan Uranium

Kamis, 28 Mei 2026 - 23:23 WIB

Kerbau Bernama Donald Trump, Batal Disembelih atas Instruksi Pemerintah

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:52 WIB

AS Klaim Peluang Kesepakatan Nuklir dengan Iran Kian Besar

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:09 WIB

Ketegangan Selat Hormuz Berlanjut, AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melonjak

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:44 WIB

Eropa Jamin Keamanan Hormuz Asal Iran Segera Setujui Proposal Damai AS

Berita Terbaru