Kisah Getir Nisye, Pramugari Palsu yang Tertipu

Minggu, 11 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nisya berpose dengan pakaian dan atribut pramugari yang nyaris sempurna di tempat yang seolah kabin pesawat. (Istimewa)

Nisya berpose dengan pakaian dan atribut pramugari yang nyaris sempurna di tempat yang seolah kabin pesawat. (Istimewa)

Padahal, ia hanya penumpang biasa. Atau lebih tepatnya, bukan siapa-siapa.

Boarding pass resmi di tangannya menjadi kunci. Ia melewati pemeriksaan awal tanpa hambatan. Duduk di kabin, berbaur dengan penumpang lain. Drama baru terasa ketika pesawat mengudara. Sejumlah pramugari Batik Air mulai menangkap kejanggalan. Nisya terlalu kaku saat diajak berbincang soal prosedur. Jawabannya meleset dari standar. Senyum profesional para awak kabin berubah menjadi tatapan saling bertanya.

Kecurigaan itu menemukan pembenaran setelah pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Detail kecil yang luput dari mata awam justru mencolok bagi kru berpengalaman: corak rok Nisya berbeda dari seragam resmi Batik Air. Aviation Security bergerak. Nisya diamankan, dibawa ke ruang pemeriksaan. Kisah penyamaran itu berhenti di landasan.

Awalnya, publik melihatnya sebagai penipu. Foto-foto Nisya berseragam pramugari beredar luas di media sosial. Warganet bereaksi cepat: heran, geram, sekaligus khawatir. Bagaimana mungkin penyamaran sedetail itu bisa lolos hingga ikut terbang? Seberapa rapuh sistem keamanan penerbangan kita?

Namun cerita itu ternyata belum selesai.

Polresta Bandara Soekarno-Hatta menemukan fakta yang mengubah sudut pandang. Nisya – bernama lengkap Khairun Nisa – bukan pramugari gadungan yang lihai, melainkan korban penipuan. Ia datang ke Jakarta dengan izin orang tua untuk mendaftar sebagai pramugari. Di kota ini, ia bertemu seseorang yang menjanjikan jalan pintas masuk maskapai. Syaratnya sederhana: uang Rp30 juta.

Uang itu diserahkan. Janji menguap. Orang yang menjual masa depan di udara menghilang tanpa jejak.

Di titik inilah rasa malu mengambil alih. Nisya tak sanggup pulang membawa kegagalan. Ia memilih berbohong. Kepada keluarga, ia mengaku sudah diterima bekerja. Media sosial dijadikan panggung pembuktian: foto berseragam, pose pramugari, senyum penuh kemenangan palsu. Kebohongan itu terus dipelihara – hingga akhirnya ia benar-benar naik pesawat, bukan sebagai awak kabin, melainkan sebagai penumpang yang berdandan seperti kru.

Kasus Nisya menyingkap sisi gelap di balik mimpi bekerja di industri penerbangan. Di balik seragam rapi dan citra prestisius, beroperasi calo-calo rekrutmen yang menjual harapan instan. Polisi menegaskan, proses seleksi pramugari dilakukan secara resmi dan tanpa pungutan biaya. Jalan pintas, seperti yang ditempuh Nisya, hampir selalu berujung buntu.

Kini, sorotan tak lagi semata pada penyamarannya, melainkan pada sistem yang memungkinkan penipuan semacam ini terus berulang. Nisya memang salah melangkah. Tapi kisahnya adalah potret tentang tekanan keluarga, ambisi sosial, dan impian yang dipelintir oleh janji palsu.

Di udara, semuanya tampak rapi dan terkendali. Di darat, kisah Nisya membuktikan sebaliknya: di balik senyum pramugari, bisa tersembunyi cerita getir tentang mimpi yang jatuh sebelum sempat benar-benar terbang. (ihd)

Berita Terkait

KPK Ingatkan Raja Juli Agar Laporkan Gratifikasi Sesuai Amanat Undang-undang
Menko Polkam Kecam Pembunuhan Pilot AS di Papua, TNI-Polri Percepat Kejar Pelaku
Kerugian Akibat Penipuan Digital Tembus Rp7,5 Triliun, Komdigi Desak Operator Perkuat Fitur Anti-Scam
Rekonstruksi Penyekapan di Bandung Peragakan 21 Adegan, Tersangka Akui Seluruh Perbuatannya
KPK Telusuri Dugaan Aset Gratifikasi Ma’ruf Cahyono, Istri dan Anak Diperiksa
Kasus Penyerangan Markas Cabang LMP Kabupaten Karo Mandek, Ratusan Massa Geruduk Polres
Jaksa Ajukan Banding atas Vonis 10 Tahun Nadiem, Terdakwa Tempuh Upaya Hukum Juga
Dinyatakan Terbukti Rugikan Negara Rp1,56 Triliun, Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:09 WIB

KPK Ingatkan Raja Juli Agar Laporkan Gratifikasi Sesuai Amanat Undang-undang

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:21 WIB

Menko Polkam Kecam Pembunuhan Pilot AS di Papua, TNI-Polri Percepat Kejar Pelaku

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:56 WIB

Kerugian Akibat Penipuan Digital Tembus Rp7,5 Triliun, Komdigi Desak Operator Perkuat Fitur Anti-Scam

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:18 WIB

Rekonstruksi Penyekapan di Bandung Peragakan 21 Adegan, Tersangka Akui Seluruh Perbuatannya

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:18 WIB

KPK Telusuri Dugaan Aset Gratifikasi Ma’ruf Cahyono, Istri dan Anak Diperiksa

Berita Terbaru