JENDELANUSANTARA.COM, Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negaranya berpeluang memperoleh miliaran hingga “triliunan dolar” dari penjualan minyak Venezuela, setelah otoritas sementara Venezuela menyetujui pengalihan puluhan juta barel minyak ke Amerika Serikat. Kebijakan itu, menurut Trump, akan memberikan manfaat bagi rakyat kedua negara, sekaligus memperkuat posisi AS di pasar energi global.
Dalam wawancara dengan Fox News yang dikutip media, Trump menegaskan bahwa Washington telah “mengambil minyak senilai miliaran dan miliaran dolar” dan bahwa nilai penjualan itu bisa mencapai ratusan miliar bahkan triliunan dolar. Trump mengatakan AS akan tetap terlibat sampai “memperbaiki keadaan” di Venezuela, yang kini berada di bawah pengawasan pemerintahan sementara.
Pemerintah AS dan pihak berwenang Venezuela sepakat untuk menyerahkan 30 juta hingga 50 juta barel minyak mentah kepada AS, yang akan dijual di pasar internasional. Trump juga menyatakan bahwa hasil penjualan akan digunakan untuk kepentingan rakyat Amerika dan Venezuela.
Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Trump menambahkan bahwa Venezuela hanya akan membeli produk buatan Amerika dengan pendapatan dari penjualan minyak tersebut, mulai dari hasil pertanian hingga peralatan medis dan energi.
Langkah ini muncul di tengah situasi geopolitik yang tegang. Awal Januari, militer AS melancarkan serangan besar-besaran di Venezuela, menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang kemudian dibawa ke New York untuk diadili atas tuduhan keterlibatan dalam “narko-terorisme”. Caracas meminta pertemuan darurat di PBB menanggapi operasi militer itu.
Sementara itu, Mahkamah Agung Venezuela untuk sementara mengalihkan tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez, yang dilantik sebagai presiden sementara di hadapan Majelis Nasional pada 5 Januari. (ihd)














