Desa Wisata Widosari Jadi Model Inklusif Pariwisata Ramah Muslim di Yogyakarta

Senin, 29 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎‎JENDELANUSANTARA.COM, Jogja – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY resmi menetapkan Desa Wisata Widosari, Ngargosari, Samigaluh, Kulon Progo, sebagai desa wisata ramah muslim pertama di Indonesia. Penyerahan Piagam Pengakuan Desa Wisata Ramah Muslim dilakukan Ketua Umum MES DIY, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., pada Senin (29/9). “Pengakuan ini bukan sekadar penghargaan, tetapi strategi jangka panjang untuk memperkuat peran Yogyakarta dalam pariwisata ramah muslim,” tegas Prof. Edy di hadapan jajaran pengurus, perwakilan pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat.

‎Dengan nada optimistis, Prof. Edy menambahkan, “Langkah ini menjadi bagian dari peta jalan pariwisata ramah muslim nasional yang mendukung Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia. Harapan kami, DIY dapat menjadi contoh bagi daerah lain dan ikut menjadikan Indonesia pusat ekonomi syariah global.” Ia juga menekankan bahwa pariwisata ramah muslim bukan hanya untuk umat Islam. “Konsep ini menghadirkan layanan wisata yang bersih, sehat, nyaman, dan inklusif. Semua orang bisa menikmatinya,” ujarnya menegaskan.

‎Proses pengakuan Widosari melalui observasi ketat. Tim MES DIY meninjau homestay, dapur, masjid, mushalla, dan kuliner lokal untuk memastikan kebersihan, kehalalan, serta ketersediaan sarana ibadah dan sanitasi. “Hakikat pariwisata ramah muslim adalah pariwisata yang berkualitas, relevan untuk semua. Nilai-nilainya melampaui sekadar syariat,” jelas Ghifari Yuristiadhi, pengurus Departemen Pariwisata MES DIY. Hasilnya, Widosari dinilai memenuhi seluruh standar yang ditetapkan dalam pedoman resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

‎Ketua Desa Wisata Widosari, Heri Susanto, menyampaikan rasa syukur atas pengakuan ini. “Kami bangga bisa menjadi pelopor,” katanya. Sementara itu, Carik Desa Ngargosari, Tri Hidayat, menekankan pentingnya kebersamaan warga. “Sinergi dan keharmonisan adalah kunci menjaga desa ini,” ujarnya. Prof. Edy pun menutup, “Widosari adalah awal. Kami berharap semakin banyak desa di DIY mengikuti jejak ini, sehingga Yogyakarta semakin kokoh sebagai rujukan pariwisata ramah muslim nasional.”(waw)

Berita Terkait

Demi Generasi Berkualitas, Forum Anak Depok Gencarkan Edukasi Tunda Nikah
Tim SAR Sisir Sejumlah Goa dan Luweng dalam Pencarian Mbah Bajiyo
FJD Dinilai Berperan Besar Jaga Keamanan DIY, Hasto Beri Apresiasi
Program Kebersihan Mingguan Dimulai, Hasto Minta Pedagang Pasar Ngasem Berpartisipasi
Ekonomi DIY Tumbuh, Tetapi Belum Menyentuh Semua Lapisan Masyarakat, Kata CCRiset UWM
Violet Indigo Tampil Memukau, Hari Musik Sedunia di ARTJOG Penuh Antusiasme
Balita Korban Kasus Daycare di Yogyakarta Alami Stunting, Orang Tua Soroti Dugaan Kurang Asupan Gizi
Pimpin Muaythai Kota Yogyakarta 2026-2030, Eka Saputra Prioritaskan Pembinaan Atlet Lokal

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:03 WIB

Tim SAR Sisir Sejumlah Goa dan Luweng dalam Pencarian Mbah Bajiyo

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:54 WIB

FJD Dinilai Berperan Besar Jaga Keamanan DIY, Hasto Beri Apresiasi

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:46 WIB

Program Kebersihan Mingguan Dimulai, Hasto Minta Pedagang Pasar Ngasem Berpartisipasi

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:41 WIB

Ekonomi DIY Tumbuh, Tetapi Belum Menyentuh Semua Lapisan Masyarakat, Kata CCRiset UWM

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:33 WIB

Violet Indigo Tampil Memukau, Hari Musik Sedunia di ARTJOG Penuh Antusiasme

Berita Terbaru