Serangan Israel Tak Ada Hentinya, Lebih dari 350.000 Warga Gaza Mengungsi 

Minggu, 14 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan warga Palestina membawa berbagai barang pergi mengungsi dari Gaza Utara ke Gara selatan. (Xinhua @rizek_abdelwajad)

Ribuan warga Palestina membawa berbagai barang pergi mengungsi dari Gaza Utara ke Gara selatan. (Xinhua @rizek_abdelwajad)

JENDELANUSANTARA.COM, Ankara — Pemerintah Gaza mengecam serangan militer Israel yang terus berlangsung sejak Agustus lalu dan telah memaksa lebih dari 350.000 warga mengungsi dari kawasan timur ke wilayah pusat serta barat Kota Gaza.

Dalam pernyataan yang disampaikan Kantor Media Pemerintah, Sabtu (13/9/2025), disebutkan bahwa serangan darat Israel mulai 11 Agustus 2025 menargetkan kawasan permukiman padat penduduk. “Pintu neraka di Gaza telah terbuka,” ujar Kepala Pertahanan Israel Israel Katz. Pernyataan itu menuai kecaman karena dinilai menjustifikasi kekerasan terhadap warga sipil.

Pemerintah Gaza menegaskan bahwa sasaran serangan bukan semata kelompok bersenjata, melainkan juga warga sipil, termasuk perempuan, anak-anak, dan lansia. Rumah, sekolah, rumah sakit, masjid, hingga tenda pengungsian turut hancur.

Sejak awal September, 70 bangunan hancur total, 120 rusak berat, dan lebih dari 3.500 tenda pengungsian musnah. Bangunan itu sebelumnya dihuni lebih dari 50.000 orang, sedangkan tenda yang hancur menampung 52.000 pengungsi. Secara keseluruhan, lebih dari 1.600 bangunan bertingkat hancur total, lebih dari 2.000 rusak berat, dan lebih dari 13.000 tenda lenyap.

Pemerintah Gaza menyebut pengungsian paksa tersebut sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa”. Komunitas internasional diminta segera bertindak untuk menghentikan serangan, melindungi warga sipil, dan menuntut pertanggungjawaban Israel atas dugaan kejahatan perang.

Sejak Oktober 2023, serangan militer Israel di Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 64.800 warga Palestina. Wilayah kantong itu kini menghadapi ancaman kelaparan di tengah kehancuran infrastruktur yang meluas.

Berita Terkait

AS Ketahuan Ngarang Lagi, Iran Takkan Pernah Lepaskan Uranium
Kerbau Bernama Donald Trump, Batal Disembelih atas Instruksi Pemerintah
AS Klaim Peluang Kesepakatan Nuklir dengan Iran Kian Besar
Ketegangan Selat Hormuz Berlanjut, AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melonjak
Eropa Jamin Keamanan Hormuz Asal Iran Segera Setujui Proposal Damai AS
Pentolan NATO Sebut AS telah Gagal, Dipermalukan Strategi Iran yang Piawai
Indonesia Ajak Uni Eropa Perkuat Kemitraan dengan ASEAN di Tengah Krisis Global
Iran Kirim Sinyal Damai ke AS lewat Pakistan, Araghchi Bawa Syarat Penghentian Konflik

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:55 WIB

AS Ketahuan Ngarang Lagi, Iran Takkan Pernah Lepaskan Uranium

Kamis, 28 Mei 2026 - 23:23 WIB

Kerbau Bernama Donald Trump, Batal Disembelih atas Instruksi Pemerintah

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:52 WIB

AS Klaim Peluang Kesepakatan Nuklir dengan Iran Kian Besar

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:09 WIB

Ketegangan Selat Hormuz Berlanjut, AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melonjak

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:44 WIB

Eropa Jamin Keamanan Hormuz Asal Iran Segera Setujui Proposal Damai AS

Berita Terbaru