JENDELANUSANTARA.COM, London – Lebih dari 1.800 insan perfilman internasional, termasuk peraih penghargaan Oscar, BAFTA, Emmy, dan Cannes, pada Senin (8/9/2025) menyatakan tidak akan bekerja sama dengan institusi perfilman Israel. Mereka menilai institusi perfilman negara itu terlibat dalam praktik genosida dan apartheid terhadap rakyat Palestina.
Dalam pernyataan bersama yang ditandatangani aktor, sutradara, pekerja film, hingga lembaga perfilman, para sineas menegaskan sinema memiliki peran penting dalam membentuk persepsi masyarakat. Karena itu, mereka menolak segala bentuk keterlibatan dengan festival film, bioskop, stasiun televisi, maupun perusahaan produksi yang berafiliasi dengan Israel.
“Di tengah krisis mendesak ini, ketika banyak pemerintah justru mendukung pembantaian di Gaza, kita harus melakukan segalanya untuk menghentikan keterlibatan dalam horor tanpa henti itu,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Mereka juga mengutip keputusan Mahkamah Internasional (ICJ) yang menyebut adanya risiko genosida di Gaza. Menurut mereka, kebebasan bagi semua orang adalah tugas moral yang tidak dapat diabaikan. “Kami menjawab seruan sineas Palestina agar industri film dunia tidak tinggal diam, tidak bersikap rasis, dan melakukan segala upaya untuk menghentikan penindasan,” lanjut pernyataan itu.
Langkah ini terinspirasi dari gerakan Filmmakers United Against Apartheid yang menolak pemutaran film di Afrika Selatan pada masa apartheid. Para penandatangan berkomitmen mengikuti jejak itu dengan menolak bekerja sama dengan institusi perfilman Israel.
Sejumlah nama besar tercatat dalam daftar penandatangan, antara lain Olivia Colman, Javier Bardem, Susan Sarandon, Mark Ruffalo, Riz Ahmed, Tilda Swinton, Julia Sawalha, Miriam Margolyes, Ken Loach, dan Juliet Stevenson.
Sejak Oktober 2023, serangan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 64.500 warga Palestina dan meratakan sebagian besar wilayah kantong yang terkepung itu. Pada November 2023, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) bahkan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan.
Selain itu, Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional terkait operasi militer di Gaza. Tekanan internasional kian meningkat, dan pernyataan boikot dari ribuan insan perfilman dunia ini menambah daftar panjang kecaman terhadap kebijakan militer Israel. (ihd)













