Israel Perintahkan Pengosongan Gaza Tengah, Warga Palestina Terancam Serangan Baru

Sabtu, 28 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Gaza— Militer Israel kembali mengeluarkan perintah pengusiran massal terhadap warga sipil Palestina yang tinggal di wilayah tengah Jalur Gaza, Sabtu (28/6/2025). Ancaman serangan militer disampaikan menyusul perintah evakuasi terhadap sejumlah kota dan permukiman, termasuk Nuseirat, Al-Zahra, dan Al-Mughraqa.

Melalui unggahan di platform X, juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, mempublikasikan peta wilayah Gaza yang telah dibagi menjadi beberapa sektor bernomor. Dalam peta itu, zona yang ditandai dengan warna merah dikategorikan sebagai “wilayah yang harus dievakuasi” oleh penduduk sipil.

Adraee menyebut kawasan-kawasan tersebut sebagai “zona konflik berbahaya” dan menuduh kelompok bersenjata Palestina masih terus menembakkan roket ke arah Israel. Warga diminta berpindah ke wilayah Al-Mawasi di selatan Gaza, yang diklaim sebagai zona aman, meskipun organisasi-organisasi kemanusiaan menyebut daerah tersebut sudah penuh sesak dan minim fasilitas.

Kawasan yang disebutkan dalam perintah evakuasi mencakup 12 area permukiman padat di Gaza tengah: Nuseirat, Al-Zahra, Al-Mughraqa, Al-Nuzha, Al-Bawadi, Al-Basma, Al-Bustan, Badr, Abu Huraira, Al-Rawda, dan Al-Safa. Sebagian besar kawasan ini sebelumnya telah dihantam serangan udara dan artileri dalam beberapa pekan terakhir.

Sejak serangan militer Israel dimulai pada 7 Oktober 2023, lebih dari 90 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza telah mengalami pengungsian paksa setidaknya satu kali. Sebagian besar kini hidup dalam kondisi yang sangat terbatas, tanpa akses memadai terhadap air bersih, pangan, atau layanan kesehatan dasar.

Penggunaan peta evakuasi oleh militer Israel menjadi pola yang terus berulang selama konflik berlangsung, namun menuai kecaman luas karena dinilai tidak memberikan perlindungan nyata bagi warga sipil. Badan-badan PBB dan organisasi kemanusiaan internasional juga telah berulang kali memperingatkan bahwa tidak ada tempat yang benar-benar aman di Gaza.

Pernyataan terbaru dari militer Israel ini kembali meningkatkan kekhawatiran akan perluasan eskalasi konflik dan semakin memperburuk krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di wilayah tersebut. (ihd)

Berita Terkait

Ketegangan Selat Hormuz Berlanjut, AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melonjak
Eropa Jamin Keamanan Hormuz Asal Iran Segera Setujui Proposal Damai AS
Pentolan NATO Sebut AS telah Gagal, Dipermalukan Strategi Iran yang Piawai
Indonesia Ajak Uni Eropa Perkuat Kemitraan dengan ASEAN di Tengah Krisis Global
Iran Kirim Sinyal Damai ke AS lewat Pakistan, Araghchi Bawa Syarat Penghentian Konflik
UMY Gandeng Kyung Hee University Kembangkan Program Akademik dan Riset
Trump: Tidak Ada Batas Waktu untuk Akhiri Perang AS–Israel dengan Iran
Jalan Lebanon Redakan Konflik, Nego Israel Langsung untuk Gencatan Senjata

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:09 WIB

Ketegangan Selat Hormuz Berlanjut, AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melonjak

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:44 WIB

Eropa Jamin Keamanan Hormuz Asal Iran Segera Setujui Proposal Damai AS

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:37 WIB

Pentolan NATO Sebut AS telah Gagal, Dipermalukan Strategi Iran yang Piawai

Rabu, 29 April 2026 - 10:33 WIB

Indonesia Ajak Uni Eropa Perkuat Kemitraan dengan ASEAN di Tengah Krisis Global

Senin, 27 April 2026 - 18:25 WIB

Iran Kirim Sinyal Damai ke AS lewat Pakistan, Araghchi Bawa Syarat Penghentian Konflik

Berita Terbaru