Kelangkaan Kelapa Kerek Harga Santan, Pedagang dan Konsumen Tertekan

Senin, 21 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Bandung — Harga kelapa parut di sejumlah pasar tradisional melonjak hingga tiga kali lipat dalam sebulan terakhir, menjadi Rp25.000 per butir. Kenaikan ini menimbulkan efek berantai pada harga makanan berbasis santan, dari kuliner rumah tangga hingga produk jajanan pasar.

Pantauan jendelanusantara.com, lonjakan harga terjadi sejak sebelum Lebaran dan terus berlanjut hingga akhir April 2025. Di Bandung, kelapa ukuran kecil kini dijual Rp20.000 per butir, sementara yang besar dibanderol Rp25.000 per butir. Sebelumnya, harga kelapa hanya berkisar Rp8.000-Rp10.000 per butir.

“Harga kelapa sekarang bikin pusing. Biasanya saya bisa beli lima butir buat jualan cendol, sekarang baru tiga butir saja sudah Rp75.000,” kata Atin Sumiati, pedagang minuman tradisional di kawasan Sarijadi, Minggu (20/4/2025).

Menurut Atin, selain mahal, pasokan kelapa juga terbatas. Ia menduga penurunan pasokan dari distributor dipicu oleh meningkatnya ekspor kelapa utuh dan kelapa olahan ke luar negeri, terutama ke China.

Hal senada disampaikan Encum, pedagang soto di Pasar Kosambi. Ia mengaku kesulitan menjaga harga jual tetap terjangkau. “Sekarang bukan cuma kelapa parut yang mahal, santan instan juga naik. Santan Kara yang kecil biasanya Rp3.000, sekarang Rp7.000. Yang Sasa malah lebih mahal lagi,” ungkapnya.

Kenaikan harga ini berimbas pada ukuran porsi makanan yang dijual. Sebagian pedagang memilih mengurangi jumlah santan dalam masakan, sebagian lain menaikkan harga jual, terutama untuk menu rendang, opor, atau kue basah.

Disundul Ekspor 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekspor kelapa utuh Indonesia sepanjang Januari–Maret 2025 mencapai 63.000 ton, naik 28 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. China menjadi negara tujuan utama, dengan kontribusi lebih dari 40 persen ekspor nasional. Selain itu, permintaan kelapa olahan dari Uni Emirat Arab dan India juga mengalami peningkatan.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Arif Prakoso, mengakui peningkatan ekspor berdampak pada pasokan domestik. “Permintaan dari luar negeri sedang tinggi. Karena harga ekspor lebih menguntungkan, banyak petani dan pengepul memilih menjual ke luar negeri ketimbang pasar lokal,” katanya.

Pemerintah daerah tengah berkoordinasi dengan pelaku usaha dan koperasi petani untuk memastikan pasokan dalam negeri tetap stabil. Namun, hingga kini belum ada pembatasan ekspor atau intervensi harga.

Bagi pedagang dan konsumen, ketidakpastian harga kelapa ini menjadi pukulan tersendiri. “Kalau begini terus, bisa-bisa nanti kita jual soto tanpa santan,” keluh Encum. (ihd)

Berita Terkait

Purbaya Dukung Perluasan Papan Digital di Sekolah, Idealnya Satu Kelas Satu IFP
Pembatasan Pertalite Dilakukan Bertahap, Menkeu Bidik Kelompok Mampu
ESDM Sebut Harga Pertamax Berpeluang Turun Setelah Harga Minyak Dunia Normal
Rupiah Menguat, Pasar Sambut Positif Kabar Kesepakatan AS-Iran Akhiri Konflik
Menkeu Bidik Investor China dan Inggris, Surat Utang Jadi Sumber Pembiayaan Baru
Purbaya Alokasikan Rp55 Triliun, Gaji ke-13 untuk ASN dan Pensiunan Cair Juni 2026
Pesan Purbaya untuk Penerima LPDP: Jaga Etika, Keluarga Harus Kembalikan Dana
Purbaya Perketat Pembenahan Pajak, Bidik Rasio Perpajakan 12 Persen

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:24 WIB

Purbaya Dukung Perluasan Papan Digital di Sekolah, Idealnya Satu Kelas Satu IFP

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Pembatasan Pertalite Dilakukan Bertahap, Menkeu Bidik Kelompok Mampu

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:31 WIB

ESDM Sebut Harga Pertamax Berpeluang Turun Setelah Harga Minyak Dunia Normal

Senin, 15 Juni 2026 - 17:13 WIB

Rupiah Menguat, Pasar Sambut Positif Kabar Kesepakatan AS-Iran Akhiri Konflik

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:15 WIB

Menkeu Bidik Investor China dan Inggris, Surat Utang Jadi Sumber Pembiayaan Baru

Berita Terbaru