Percasi Kota Yogyakarta Dorong Catur Masuk Sekolah untuk Cetak Bibit Atlet

Minggu, 16 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, ‎JOGJA – Percasi Kota Yogyakarta resmi memiliki kepengurusan baru periode 2026-2030 dengan agenda utama mendorong program Catur Masuk Sekolah secara lebih masif bagi pelajar.

‎Pelantikan pengurus berlangsung Minggu (16/8/2026) di Aula Lantai 2 Gedung KONI DIY, setelah pengesahan diterbitkan Pengda Percasi DIY secara resmi dan berkelanjutan.

‎Ketua Pengkot Percasi Yogyakarta Inung Nurzani menegaskan kepengurusan baru bukan sekadar susunan nama, melainkan komitmen kerja nyata memajukan pecatur di Kota Yogyakarta.

‎”Susunan pengurus tidak semata-mata hanya selembar kertas. Pelantikan juga tidak semata-mata seremonial,” kata Inung dalam sambutannya secara bertanggung jawab dan konsisten bersama.

‎Inung menyebut Yogyakarta sebagai kota wisata, budaya, dan kuliner, namun kini Percasi ingin memperkuat identitas sebagai Kota Pelajar sekaligus Kota Catur berkelanjutan.

‎”Sasaran kita adalah Catur Masuk Sekolah,” tegas Inung, menempatkan sekolah sebagai basis pembinaan pecatur muda secara berkelanjutan di sekolah negeri maupun swasta.

‎Sementara itu Ketua bidang Sarpras dan Perlengkapan KONI, Ir Masda Siwi Haryanto mengatakan agar kepengurusan Percasi periode 2026-2030 akan lebih aktif berkomunikasi.

‎”Sinergi lintas pihak jadi kunci kesuksesan pembinaan dimasa yang akan datang,” tegasnya.

‎Masda menekankan pentingnya menjaga sinergi dengan semua klub catur di Kota Yogyakarta. Ia juga akan menguatkan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, KONI Kota Yogyakarta, serta Pengda Percasi DIY.


‎*Jogja Kota Pelajar, Jogja Kota Catur, Dari Kelas Lahir Juara*

‎Menurut Inung, terdapat 169 sekolah dasar negeri maupun swasta di Yogyakarta yang berpotensi menjadi pintu masuk pembinaan catur sejak dini secara berjenjang.

‎”Kita mulai dari tingkat SD,” ujarnya, seraya menekankan perlunya konsolidasi, pembinaan, pendidikan, serta turnamen sebagai rangkaian program Percasi berikutnya agar pembinaan terukur.

‎Program tersebut, kata Inung, membutuhkan sinergi dengan KONI Kota Yogyakarta, pemerintah daerah, serta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga setempat demi prestasi atlet.

‎”Kita harus sinergis dengan program KONI Kota, Pemda, sekaligus program Disdikpora,” katanya, menegaskan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan pembinaan secara nyata dan berkelanjutan.

‎Percasi Kota Yogyakarta juga menyiapkan target kejuaraan, termasuk mengirimkan 50 atlet untuk bertanding maksimal dan membawa prestasi terbaik bagi kota pada kejuaraan.

‎”Saya berharap teman-teman yang mewakili Jogja bisa bertanding maksimal,” ujar Inung, sembari mengajak klub, pelatih, orang tua, dan donatur bergabung di sekolah.

‎Inung menegaskan dirinya tidak ingin sekadar berjanji, tetapi bekerja menjadikan catur olahraga populer di sekolah setelah olahraga favorit lainnya berkembang di sekolah lain.

‎”Waktunya kita mulai mengajar lewat pion pertama,” katanya. Percasi kemudian mengusung slogan, “Jogja Kota Pelajar, Jogja Kota Catur, Dari Kelas Keluar Juara.”

‎Ketua Pengda Percasi DIY Iwan Prihastomo menilai program Catur Masuk Sekolah sangat penting untuk memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini di sekolah.

‎”Catur masuk sekolah ini adalah program yang memang sangat penting sekali,” ujar Iwan, sekaligus mendorong pembinaan prestasi junior lebih serius dengan target.

‎Iwan mengingatkan Kota Yogyakarta sebelumnya masih mengandalkan atlet senior, sehingga regenerasi menjadi tantangan penting menghadapi persaingan antar kabupaten di DIY tingkat nasional dan daerah.

‎”Kita tidak bisa lagi mengandalkan atlet-atlet senior. Kita harus menyiapkan atlet junior agar segera bersaing,” tegas Iwan kepada pengurus baru menghadapi kabupaten.(waw)

Berita Terkait

Fiona, Model yang Menjajal Dunia Desainer Lewat Jogja Fashion Week 2026
F-PAN Perjuangkan Perlindungan Warga Yogyakarta di Tengah Tekanan Ekonomi
MIXUE CERIA Kids Singing Competition 2026 Meriahkan HUT RI, Jadi Panggung Bakat Anak di Yogyakarta
Bantu Warga Gunungkidul, STAK Yogyakarta Gerakkan Donasi Air Bersih
Sambut HUT ke-81 RI, Kirab Malioboro Merah Putih Kobarkan Nasionalisme
Pedagang Tegaskan Harga Diri di Tengah Polemik Dugaan Arogansi Anggota Dewan
Susanto Dwi Antoro Serukan Solidaritas Warga untuk Keselamatan NTT
Semarakkan HUT ke-81 RI, UMY Gelar Gebyar Kemerdekaan dan Perkuat Soliditas Antar-Unit

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:34 WIB

Fiona, Model yang Menjajal Dunia Desainer Lewat Jogja Fashion Week 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:54 WIB

Percasi Kota Yogyakarta Dorong Catur Masuk Sekolah untuk Cetak Bibit Atlet

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:46 WIB

F-PAN Perjuangkan Perlindungan Warga Yogyakarta di Tengah Tekanan Ekonomi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:41 WIB

MIXUE CERIA Kids Singing Competition 2026 Meriahkan HUT RI, Jadi Panggung Bakat Anak di Yogyakarta

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Bantu Warga Gunungkidul, STAK Yogyakarta Gerakkan Donasi Air Bersih

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Konsep Dasar Dalam Memahami dan Mengimplementasikan UULLAJ

Minggu, 16 Agu 2026 - 21:17 WIB