JENDELANUSANTARA.COM, Jogja – Peringatan Hari Kebaya Nasional Ke-3 Tahun 2026 berlangsung meriah di Plaza Serangan Oemoem 1 Maret, Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Jumat, penuh semangat budaya.
Mengusung tema “Pesona Kebaya Indonesia untuk Dunia,” kegiatan mengajak masyarakat terus mengenakan, melestarikan, sekaligus memperkenalkan kebaya kepada generasi muda dan dunia.
Beragam kalangan menghadiri peringatan tersebut, mulai komunitas perempuan berkebaya, seniman, akademisi, organisasi masyarakat, pelaku UMKM, hingga pemerhati budaya dari berbagai daerah.
Ketua Panitia Hari Kebaya Nasional Ke-3, Ir. Yani Ambar menegaskan kebaya merupakan identitas budaya Indonesia yang wajib dijaga lintas generasi bersama seluruh masyarakat.
”Hari Kebaya Nasional bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi momentum meneguhkan kebaya sebagai simbol budaya Indonesia yang membanggakan,” ujar Ir. Yani Ambar kepada peserta.
Ia menambahkan, “Melalui tema Pesona Kebaya Indonesia untuk Dunia, kami mengajak masyarakat terus mengenakan, melestarikan, serta memperkenalkan kebaya kepada dunia internasional.”
Menurut Yani Ambar, kebaya bukan hanya busana tradisional, melainkan warisan budaya yang menyimpan sejarah, filosofi, keanggunan, ketangguhan, sekaligus karakter perempuan Indonesia sejati.
”Nilai-nilai kebaya tetap relevan hingga kini dan harus diwariskan kepada generasi muda melalui kebiasaan mengenakannya dalam berbagai kesempatan,” tegasnya kembali.
Semangat pelestarian budaya diwujudkan melalui Fashion Show Kebaya Nusantara yang menampilkan ragam kebaya daerah sebagai simbol keberagaman budaya Indonesia yang memukau pengunjung.
Pameran UMKM dan produk kreatif turut memeriahkan acara dengan menghadirkan karya pelaku usaha lokal, memperkuat hubungan pelestarian budaya bersama ekonomi kreatif nasional.
Pentas seni budaya menghadirkan berbagai pertunjukan tradisional yang menggambarkan kekayaan budaya Nusantara sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan leluhur Indonesia bersama.
Konser Angklung Orkes Kembang Setaman di bawah arahan Conductor Kang Asep menjadi salah satu penampilan yang paling menyita perhatian seluruh peserta hadir.
Kemeriahan semakin terasa ketika Dr. RM Singgih Sanjaya bersama Uut Salsabila menampilkan kolaborasi musik bernuansa budaya Indonesia yang menghibur seluruh pengunjung meriah.
Sebanyak 600 perempuan berkebaya memainkan angklung, mengikuti flashmob, bernyanyi bersama, hingga memeriahkan pembagian doorprize yang disambut antusias seluruh peserta dan pengunjung.
Penyelenggaraan Hari Kebaya Nasional Ke-3 mendapat dukungan Lions International, Kebaya Foundation, PBBN, serta Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia demi pelestarian budaya.
Kolaborasi berbagai organisasi dan komunitas tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi kebaya sebagai identitas budaya Indonesia yang dicintai masyarakat lintas generasi dan dunia.
Menutup kegiatan, Ir. Yani Ambar berharap, “Hari Kebaya Nasional menjadi gerakan budaya bersama yang menumbuhkan kebanggaan sekaligus memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.” (ady)














