SAR Gabungan Berhasil Temukan dan Evakuasi Korban Tenggelam di Sungai Oya

Selasa, 21 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, ‎BANTUL – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban tenggelam di Lembah Sungai Oya, Plarangan, Imogiri, Bantul, pada hari kedua operasi pencarian, Selasa (21/7/2026) siang.
Korban diketahui bernama Taufan Aktafiama, 27 tahun, warga Grujugan, Kabupaten Bantul, ditemukan dalam kondisi meninggal setelah pencarian intensif oleh petugas gabungan.

Korban ditemukan sekitar pukul 12.10 WIB oleh tim penyelam SAR Gabungan, berjarak lima meter dari lokasi kejadian pada kedalaman dua meter. Koordinator Unit Siaga SAR Kota Yogyakarta, Nugroho Adi, mengatakan operasi pencarian hari kedua berlangsung dengan membagi personel menjadi empat SRU pencarian.

“Pencarian dilakukan menggunakan metode penyisiran terpadu agar seluruh area dapat dijangkau secara maksimal,” ujar Nugroho Adi kepada awak media, Selasa siang. Ia menjelaskan, “SRU 1 menggunakan drone kapal berteknologi sonar untuk mendeteksi keberadaan korban di bawah permukaan air secara efektif,” katanya.

Menurut Nugroho, “SRU 2 melaksanakan penyelaman sekitar lokasi kejadian, sementara SRU 3 menyisir jalur air menggunakan perahu,” jelasnya kepada wartawan. Ia menambahkan, “SRU 4 bertugas melakukan pemantauan melalui jalur darat guna memperkuat proses pencarian secara menyeluruh,” ungkap Nugroho Adi kembali.

Berkat koordinasi seluruh unsur SAR Gabungan, “Korban akhirnya ditemukan pada pukul 12.10 WIB setelah upaya pencarian terpadu dilakukan,” katanya lagi. Nugroho mengungkapkan pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian dengan mempertimbangkan karakteristik arus sungai serta hasil pemetaan sejak operasi hari pertama.

“Korban ditemukan tidak jauh dari titik awal diduga tenggelam, sekitar lima meter dengan kedalaman dua meter,” terang Nugroho Adi kepada wartawan.

Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi oleh petugas SAR Gabungan dan diserahkan kepada pihak berwenang untuk proses penanganan lebih lanjut secara resmi. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Tim SAR Gabungan yang bekerja keras selama proses pencarian,” ujar Nugroho penuh apresiasi.

Ia menegaskan, “Sinergi antarinstansi serta dukungan para relawan menjadi faktor penting sehingga korban berhasil ditemukan secepat mungkin,” ungkapnya kepada media. Nugroho juga mengimbau masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan sungai maupun perairan demi mencegah terjadinya kecelakaan serupa kembali.

“Utamakan keselamatan, patuhi prosedur keamanan, dan jangan meremehkan potensi bahaya arus sungai,” pungkas Nugroho Adi mengakhiri keterangannya kepada wartawan.(waw)

Berita Terkait

Sinergi Polda DIY dan Jogja Menyapa Ringankan Beban Warga Lewat Aksi Sosial
Jogja Menyapa Dorong Literasi Digital, Warga Diajak Bijak Bermedia Sosial
KKMP Demangan Raih Penghargaan Koperasi Berprestasi Berkat Tata Kelola Inovatif
Satgas Kepolisian Ungkap Kasus Pil Ilegal, 1.602 Butir Diamankan di Bantul
600 Perempuan Berkebaya Meriahkan Hari Kebaya Nasional Ke-3 di Yogyakarta
Polsek Jetis Yogyakarta Sigap Tangani Lansia yang Terkunci di Dalam Mobil di Kawasan Margo Utomo
Kolaborasi UWM, IAI DIY, dan YYAF Warnai Pameran Arsitektur AKSARA 2026
Karya Candrani Yulis Dipamerkan di IFI Yogyakarta Jelang Tampil pada Lyon Biennale 2026

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:40 WIB

Sinergi Polda DIY dan Jogja Menyapa Ringankan Beban Warga Lewat Aksi Sosial

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:31 WIB

Jogja Menyapa Dorong Literasi Digital, Warga Diajak Bijak Bermedia Sosial

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:08 WIB

KKMP Demangan Raih Penghargaan Koperasi Berprestasi Berkat Tata Kelola Inovatif

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:02 WIB

Satgas Kepolisian Ungkap Kasus Pil Ilegal, 1.602 Butir Diamankan di Bantul

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:59 WIB

600 Perempuan Berkebaya Meriahkan Hari Kebaya Nasional Ke-3 di Yogyakarta

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Konsep Konsep Penting dan Mendasar dalam Penyusunan UULLAJ

Selasa, 21 Jul 2026 - 20:51 WIB