Kepala LLDIKTI V Sebut UMY Miliki Guru Besar Terbanyak di Kalangan PTS DIY

Senin, 6 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua LLDIKTI Wilayah V saat memberikan sambutan dalam orasi pengukuhan guru besar UMY ke-53

Ketua LLDIKTI Wilayah V saat memberikan sambutan dalam orasi pengukuhan guru besar UMY ke-53

JENDELANUSANTARA.COM, Yogyakarta – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali memperoleh apresiasi atas capaian akademiknya. Dalam Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. dr. Ardi Pramono, Sp.An., M.Kes., Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., menyebut UMY sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) dengan jumlah guru besar terbanyak di DIY.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar yang berlangsung di Gedung AR Fachruddin B Lantai 5 UMY, Sabtu (4/7/2026).

“Universitas Muhammadiyah Yogyakarta merupakan perguruan tinggi swasta dengan jumlah guru besar terbanyak di Yogyakarta. Mari kita berikan apresiasi yang tinggi untuk pencapaian UMY ini,” ujarnya.

Menurut Setyabudi, capaian tersebut menunjukkan keseriusan UMY dalam membangun kualitas sumber daya manusia di bidang akademik sebagai fondasi utama pengembangan perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Setyabudi menegaskan bahwa jabatan guru besar bukanlah puncak yang menandai berakhirnya perjalanan akademik seorang dosen. Sebaliknya, gelar tersebut merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk memberikan kontribusi nyata melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Capaian guru besar bukanlah _the end of academic journey_. Ini adalah awal dari pengabdian dan kerja keras yang dampaknya harus dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, seorang guru besar memiliki tanggung jawab strategis untuk menghasilkan inovasi, memperkuat ekosistem keilmuan, serta menjaga kualitas pendidikan tinggi. Mengacu pada Permendikbudristek Nomor 40 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian, Setyabudi menekankan bahwa inovasi dan kebermanfaatan harus menjadi orientasi utama perguruan tinggi.

Karena itu, guru besar diharapkan mampu menjadi motor penggerak yang menghasilkan berbagai inovasi dan karya ilmiah yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kita sangat berharap setelah menjadi guru besar tidak kemudian berhenti. Guru besar harus menjadi motor penggerak inovasi dan dampak dari keberadaan perguruan tinggi,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar produktivitas riset dan publikasi ilmiah terus ditingkatkan sehingga jabatan akademik tertinggi tersebut benar-benar memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Selain menghasilkan inovasi, Setyabudi menilai guru besar memiliki tanggung jawab penting dalam membina dosen-dosen lain agar mampu mencapai jenjang akademik tertinggi. Saat ini UMY memiliki sekitar 181 dosen dengan jabatan lektor kepala dan 53 guru besar. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal besar untuk mempercepat lahirnya profesor-profesor baru di lingkungan UMY.

“Salah satu tugas seorang guru besar adalah menghasilkan guru besar-guru besar yang baru,” ujarnya.

Ia berharap para profesor di UMY aktif membimbing dosen-dosen potensial sehingga regenerasi akademik dapat berjalan secara berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Setyabudi juga menekankan pentingnya penjaminan mutu dalam pendidikan tinggi. Menurutnya, guru besar harus menjadi teladan dalam menjaga kualitas penelitian, publikasi ilmiah, serta integritas akademik.

Ia menilai tantangan perguruan tinggi saat ini tidak hanya meningkatkan jumlah publikasi ilmiah, tetapi juga memastikan kualitas, kredibilitas, dan dampak penelitian yang dihasilkan. Karena itu, ia mengapresiasi konsistensi UMY dalam membangun budaya akademik serta meningkatkan jumlah dosen bergelar doktor maupun profesor.

Menutup sambutannya, Setyabudi berharap pengukuhan Prof. Ardi menjadi momentum bagi UMY untuk terus mempercepat pengembangan karier akademik dosen. Ia mendorong agar semakin banyak dosen UMY yang berhasil meraih jabatan guru besar dalam waktu dekat.

“Kalau tadi ada informasi masih diproses puluhan calon guru besar, mudah-mudahan semuanya bisa turun. Tahun depan minimal 50 lagi,” ujarnya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Dengan bertambahnya jumlah profesor dan doktor, UMY diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi unggul di Indonesia yang berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta kemajuan masyarakat. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Haedar Nashir: Pendidikan Bukan Ajang Kekuasaan, Indonesia Perlu Roadmap Jangka Panjang
Gedung MSUS Diresmikan, Bukti Kolaborasi Muhammadiyah dan UMY Bangun Pendidikan Berkualitas
Guru Besar UMY Kembangkan Skor FORREST untuk Dukung Keputusan Resusitasi yang Lebih Etis dan Berbasis Bukti
Waspada Ebola, Kenali Gejala Awal yang Sering Disangka Flu
RPC UMY Gelar Pameran Foto “(Un)Defined: Love”, Angkat Beragam Makna Cinta Lewat Fotografi
UMY Perkokoh Reputasi Internasional dengan Menjalin Kemitraan Strategis di Laos
Program Hermoyo Edupark Antarkan UMY Raih Peringkat Dua DIY pada Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2026
Muhammadiyah Siapkan 2.000 SKPL-MU, Dosen UMY Soroti Pentingnya Industri Pendukung Kendaraan Listrik

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 09:24 WIB

Haedar Nashir: Pendidikan Bukan Ajang Kekuasaan, Indonesia Perlu Roadmap Jangka Panjang

Senin, 6 Juli 2026 - 09:06 WIB

Kepala LLDIKTI V Sebut UMY Miliki Guru Besar Terbanyak di Kalangan PTS DIY

Senin, 6 Juli 2026 - 08:59 WIB

Guru Besar UMY Kembangkan Skor FORREST untuk Dukung Keputusan Resusitasi yang Lebih Etis dan Berbasis Bukti

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:57 WIB

Waspada Ebola, Kenali Gejala Awal yang Sering Disangka Flu

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:01 WIB

RPC UMY Gelar Pameran Foto “(Un)Defined: Love”, Angkat Beragam Makna Cinta Lewat Fotografi

Berita Terbaru