IRGC Klaim Serang Basis Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Diplomasi Iran-AS Kembali Teruji

Senin, 29 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain menjadi sasaran serangan Iran dengan rudal serta drone, Minggu (26/8/2026). (Anadolu)

Tasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain menjadi sasaran serangan Iran dengan rudal serta drone, Minggu (26/8/2026). (Anadolu)

JENDELANUSANTARA.COM, Istanbul — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim telah menghancurkan delapan fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain melalui serangkaian serangan rudal serta drone, Minggu (26/8/2026).

Laporan televisi nasional Iran, IRIB, menyebut operasi tersebut dilakukan secara terpadu oleh pasukan laut dan udara IRGC. Sasaran serangan di antaranya fasilitas militer AS di Pangkalan Udara Ali Al Salem, Kuwait, serta sejumlah fasilitas yang berkaitan dengan Armada Kelima AS di Bahrain.

IRGC menyatakan serangan itu merupakan aksi balasan atas serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas Iran di Sirik dan Pulau Qeshm. Dalam pernyataannya, kelompok tersebut menyebut operasi menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak sebagai bentuk respons terhadap tindakan Washington.

Menurut IRIB, serangan tersebut berlangsung beberapa jam setelah meningkatnya ketegangan di kawasan perairan Teluk. Aksi itu disebut menjadi salah satu serangan langsung Iran paling signifikan terhadap aset militer AS di kawasan sejak konflik kedua negara kembali memanas.

Peningkatan eskalasi tersebut terjadi meskipun Iran dan Amerika Serikat sebelumnya telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang yang berlangsung sejak 28 Februari.

MoU tersebut mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump.

Kesepakatan itu mencakup sejumlah poin, antara lain penghentian konflik, pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz, pencabutan blokade laut AS terhadap Iran, serta kelanjutan perundingan mengenai program nuklir Teheran.

Namun, klaim serangan terbaru tersebut menunjukkan bahwa ketegangan militer kedua negara masih membayangi upaya diplomasi untuk meredakan konflik di kawasan Teluk. (ihd)

Berita Terkait

Gempa Venezuela Tewaskan 1.430 Orang, Ribuan Warga Terluka dan Terdampak
Teknologi Pengolah Sampah Jadi Listrik di China Diyakini Siap Diterapkan di Bantargebang
Harga Bensin di Banyak Negara Melambung, Trump Perintahkan Investigasi Perusahaan Minyak
ISTAF Fokus Usut Lima Pemain dan Ofisial Thailand, Tujuh Atlet Diberi Kesempatan Kedua
Amerika Serikat Minta Israel Hormati Proses Perdamaian di Timur Tengah
AS dan Iran Siap Tandatangani Kesepahaman di Swiss, Diplomasi Damai Masuki Babak Baru
Iran-AS Bersiap Akhiri Konflik, Stop Operasi Militer, Blokade Laut Mulai Dicabut
Dosen UNPAM Serang Ambil Bagian dalam Sidang Perburuhan Dunia

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 11:25 WIB

IRGC Klaim Serang Basis Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Diplomasi Iran-AS Kembali Teruji

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:28 WIB

Teknologi Pengolah Sampah Jadi Listrik di China Diyakini Siap Diterapkan di Bantargebang

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:58 WIB

Harga Bensin di Banyak Negara Melambung, Trump Perintahkan Investigasi Perusahaan Minyak

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:34 WIB

ISTAF Fokus Usut Lima Pemain dan Ofisial Thailand, Tujuh Atlet Diberi Kesempatan Kedua

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:18 WIB

Amerika Serikat Minta Israel Hormati Proses Perdamaian di Timur Tengah

Berita Terbaru