Panggung ARTJOKES Dihentikan Paksa, Kontroversi Sponsor ARTJOG Ramai Dikritik

Sabtu, 20 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, ‎Jogja – Aksi teatrikal tunggal yang memprotes penyelenggaraan ARTJOG 2026 di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta, dihentikan paksa oleh petugas keamanan, Jumat (19/6) malam.

Peristiwa itu terjadi sesaat setelah pembukaan ARTJOG 2026 ketika seorang pria berbaju hitam mengenakan sebo naik ke area pintu masuk utama galeri dan melakukan monolog teatrikal di bawah logo ARTJOG.

Dalam aksinya, pria tersebut menebar bunga sebelum mengeluarkan cat semprot. Petugas keamanan mulai bertindak setelah tiga kali lemparan cat merah muda dari arah timur mengenai plakat ARTJOG di tembok.

Sejumlah petugas kemudian langsung menyergap pria itu, membawanya ke pos penjagaan untuk diinterogasi, lalu memindahkannya ke ruang transit guna bertemu panitia.

“Petugas langsung menghentikan aksi setelah cat mengenai plakat ARTJOG,” demikian situasi yang terjadi di lokasi.

Di tengah aksi, pria itu melontarkan kritik keras terhadap dunia seni dan intelektual.

“Sastra telah mati, seni telah mati. Intelektual tanpa hasrat pemberontakan adalah perpanjangan tangan negara,” ucapnya lantang di hadapan pengunjung yang masih berada di sekitar pintu masuk galeri.

Sekitar 20 menit kemudian, pria yang mengaku bernama Ayik itu dilepaskan. Ia menegaskan aksinya merupakan bentuk protes terhadap ARTJOG 2026 yang menurutnya mendapat dukungan dari Didit Hediprasetyo Foundation.

“Aksi ini adalah bentuk kritik kami terhadap penyelenggaraan ARTJOG 2026,” ujar Ayik usai keluar dari ruang transit.

Ayik juga menyayangkan cara petugas keamanan menghentikan aksi teatrikalnya. Menurutnya, ruang seni semestinya tetap memberi tempat bagi ekspresi kritik.

“Saya menyayangkan respons petugas keamanan terhadap aksi yang kami lakukan,” katanya.

Belakangan diketahui aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan kolektif seniman yang menamakan diri ARTJOKES.

Kelompok itu menyatakan aksi teatrikal sengaja digelar untuk menyampaikan kritik terhadap arah penyelenggaraan ARTJOG 2026 sekaligus memantik ruang diskusi mengenai independensi seni, kebebasan berekspresi, dan relasi antara dunia seni dengan para sponsor.(WAW)

Berita Terkait

Pelaku Pengeroyokan di Sleman Tak Berkutik Saat Digerebek Polisi
Pemekaran RT Muja Muju Diusulkan, Susanto Dwi Antoro Tekankan Efektivitas Layanan Warga
Harda Resmikan Instalasi Air Bersih RO, Warga Gemawang Tak Lagi Kesulitan Air
Fikih Nahy Munkar Soroti Pentingnya Dakwah Santun dan Penolakan terhadap Vigilantisme
Eks ABA Bertransformasi Jadi Ruang Hijau, Sultan Hadirkan Nuansa Baru di Malioboro
Journaling di Paddys Delight Jadi Ruang Aman Lepas Anxiety
Pasar Kangen TBY Hadir Lagi, Bangkitkan Nostalgia dan Ekonomi Budaya Yogyakarta
IKAPPESTY Wedding Expo ke-14 Resmi Dibuka, Hadirkan Inspirasi Pernikahan dan Semangat Kolaborasi di Yogyakarta

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:35 WIB

Pelaku Pengeroyokan di Sleman Tak Berkutik Saat Digerebek Polisi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:20 WIB

Pemekaran RT Muja Muju Diusulkan, Susanto Dwi Antoro Tekankan Efektivitas Layanan Warga

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:30 WIB

Harda Resmikan Instalasi Air Bersih RO, Warga Gemawang Tak Lagi Kesulitan Air

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:22 WIB

Fikih Nahy Munkar Soroti Pentingnya Dakwah Santun dan Penolakan terhadap Vigilantisme

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:38 WIB

Eks ABA Bertransformasi Jadi Ruang Hijau, Sultan Hadirkan Nuansa Baru di Malioboro

Berita Terbaru