Journaling di Paddys Delight Jadi Ruang Aman Lepas Anxiety

Sabtu, 20 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, YOGYAKARTA – Di tengah derasnya arus informasi, tekanan pekerjaan, dan tuntutan kehidupan digital yang serba cepat, semakin banyak anak muda mencari cara sederhana untuk kembali terhubung dengan dirinya sendiri. Salah satunya melalui journaling.

Suasana hangat itulah yang terasa dalam acara Bungah yang digelar di rooftop Paddys Delight, Sawah Tamanan Villa & Resort, Yogyakarta, Jumat (19/6/2026). Berbalut langit senja Jogja Selatan yang cerah, puluhan peserta berkumpul untuk melambat sejenak, menulis, berbagi cerita, dan memberi ruang bagi diri mereka sendiri.

Tidak ada hiruk pikuk pesta atau keramaian khas akhir pekan. Yang terdengar justru suara angin sore, percakapan hangat, dan goresan pena di atas kertas.

Salah satu sesi yang paling menyentuh adalah reflective journaling yang dipandu oleh Sarira melalui mentor Vida Octrin. Dalam suasana yang tenang, peserta diajak untuk berhenti sejenak dari rutinitas harian dan menuliskan apa yang selama ini tersimpan dalam pikiran maupun perasaan mereka.

Momen haru pun tak terhindarkan. Seorang peserta tampak menitikkan air mata saat menulis refleksi tentang dirinya sendiri. Bagi banyak peserta, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa terkadang seseorang hanya membutuhkan ruang untuk didengar, termasuk oleh dirinya sendiri.

“Journaling itu intentional practice, sebuah praktik yang memang punya maksud. Bisa menulis, menggambar, atau bentuk ekspresi lain untuk membantu kita ngobrol dengan diri sendiri supaya lebih paham,” kata Vida Octrin kepada wartawan.

Menurutnya, journaling bukan sekadar aktivitas menulis buku harian, melainkan proses mengenali pikiran dan emosi yang sering kali tertumpuk di tengah kesibukan sehari-hari.

Dalam sesi tersebut, peserta terlebih dahulu diajak berdiam diri dan fokus pada napas sebelum mulai menuliskan apa pun yang muncul di benak mereka. Bentuknya pun bebas, mulai dari tulisan, gambar, simbol, hingga coretan sederhana.

“Yang penting bukan bagus atau jeleknya tulisan. Yang penting kita memahami apa yang sedang kita rasakan,” ujarnya.

Di era media sosial yang serba cepat, journaling justru menawarkan pengalaman yang berlawanan: memperlambat diri.

Vida menilai praktik ini sangat relevan bagi generasi muda yang sehari-hari hidup berdampingan dengan banjir informasi dan distraksi digital.

“Kita sekarang punya akses ke banyak hal, tapi justru sering kehilangan fokus. Journaling mengajak kita mengikuti gerakan tangan, menulis perlahan, sehingga kita belajar hadir pada momen saat ini,” katanya.

Selain membantu mengenali diri sendiri, journaling juga disebut memiliki manfaat dalam mengelola kecemasan atau anxiety. Vida mengacu pada sejumlah penelitian psikologi yang menunjukkan bahwa mengekspresikan isi pikiran melalui tulisan dapat membantu menurunkan tingkat stres.

“Saat apa yang ada di kepala bisa kita lihat di atas kertas, itu membantu menurunkan hormon kortisol yang berkaitan dengan stres dan kecemasan,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan journaling bukan terapi instan yang dapat menyembuhkan masalah psikologis secara langsung. Aktivitas tersebut lebih berfungsi sebagai alat bantu untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi dengan lebih sehat.

Melalui Bungah, Paddys Delight menghadirkan lebih dari sekadar acara komunitas. Tempat yang biasanya menjadi ruang berkumpul dan menikmati suasana senja itu berubah menjadi ruang refleksi yang mengajak orang untuk berhenti sejenak dari kebisingan dunia.

Di tengah tren self-healing dan kesehatan mental yang semakin mendapat perhatian, acara seperti ini menunjukkan bahwa proses mengenal diri tidak selalu membutuhkan cara yang rumit. Kadang, selembar kertas, sebuah pena, dan keberanian untuk jujur pada diri sendiri sudah cukup untuk memulai perjalanan itu. (Aga)

Berita Terkait

Pelaku Pengeroyokan di Sleman Tak Berkutik Saat Digerebek Polisi
Pemekaran RT Muja Muju Diusulkan, Susanto Dwi Antoro Tekankan Efektivitas Layanan Warga
Harda Resmikan Instalasi Air Bersih RO, Warga Gemawang Tak Lagi Kesulitan Air
Fikih Nahy Munkar Soroti Pentingnya Dakwah Santun dan Penolakan terhadap Vigilantisme
Eks ABA Bertransformasi Jadi Ruang Hijau, Sultan Hadirkan Nuansa Baru di Malioboro
Pasar Kangen TBY Hadir Lagi, Bangkitkan Nostalgia dan Ekonomi Budaya Yogyakarta
IKAPPESTY Wedding Expo ke-14 Resmi Dibuka, Hadirkan Inspirasi Pernikahan dan Semangat Kolaborasi di Yogyakarta
Panggung ARTJOKES Dihentikan Paksa, Kontroversi Sponsor ARTJOG Ramai Dikritik

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:35 WIB

Pelaku Pengeroyokan di Sleman Tak Berkutik Saat Digerebek Polisi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:20 WIB

Pemekaran RT Muja Muju Diusulkan, Susanto Dwi Antoro Tekankan Efektivitas Layanan Warga

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:30 WIB

Harda Resmikan Instalasi Air Bersih RO, Warga Gemawang Tak Lagi Kesulitan Air

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:22 WIB

Fikih Nahy Munkar Soroti Pentingnya Dakwah Santun dan Penolakan terhadap Vigilantisme

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:38 WIB

Eks ABA Bertransformasi Jadi Ruang Hijau, Sultan Hadirkan Nuansa Baru di Malioboro

Berita Terbaru