Hari ke -8 Delegasi Tripartit Indonesia Kompak Suarakan Keadilan Kerja di ILC 2026

Senin, 8 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jenewa, Swiss- Jendelanusnatara.com Delegasi tripartit Indonesia menunjukkan kekompakan pada hari ke-8 pelaksanaan International Labour Conference (ILC) Session 114 di Jenewa, Swiss, Senin (8/6/2026). Seluruh unsur delegasi yang terdiri atas pemerintah, pekerja dan pengusaha hadir dalam sidang pleno dengan mengenakan batik sebagai simbol identitas nasional dan persatuan dalam memperjuangkan kepentingan ketenagakerjaan Indonesia di forum dunia.

Sidang pleno yang berlangsung di Gedung Tempus, Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Jenewa, menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menyampaikan pandangan mengenai berbagai isu ketenagakerjaan global, mulai dari perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), perlindungan pekerja platform digital, hingga solidaritas terhadap pekerja Palestina.

Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli selaku Ketua Delegasi Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa Indonesia memandang AI sebagai Augmented Intelligence atau teknologi yang berfungsi memperkuat kapasitas manusia.

Menurut Yassierli, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas pekerjaan, bukan menggantikan peran manusia dalam dunia kerja.

“Transformasi digital harus menjadi sarana untuk menciptakan pekerjaan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan pekerja,” ujarnya dalam sidang pleno.

Karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan keterampilan tenaga kerja melalui pendidikan vokasi, program pemagangan nasional, serta berbagai program peningkatan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja masa depan.

Selain itu, Indonesia juga terus mengembangkan kebijakan perlindungan bagi pekerja platform digital melalui dialog sosial antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha.

Dalam kesempatan tersebut, Yassierli juga menyampaikan dukungan Indonesia terhadap program tanggap darurat ILO bagi pekerja Palestina yang terdampak konflik.

“Solidaritas internasional sangat penting untuk memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi di tengah situasi krisis dan konflik,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Delegasi Pekerja Indonesia Johanes Dartha Pakpahan mengingatkan bahwa masa depan dunia kerja harus dibangun melalui dialog sosial dan penghormatan terhadap prinsip-prinsip keadilan sosial.

Menurutnya, pekerja tidak boleh hanya menjadi objek dalam proses transformasi teknologi yang sedang berlangsung di berbagai negara.

“Kita mendukung pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas, tetapi teknologi tidak boleh digunakan untuk menghilangkan suara pekerja atau menciptakan ketidakadilan baru,”ujarnya.

Dartha menilai penggunaan AI harus tetap menempatkan manusia sebagai pihak yang bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil.

“Algoritma boleh membantu, tetapi manusia harus tetap menjadi pihak yang bertanggung jawab,”katanya.

Ia juga meminta pemerintah memperkuat perlindungan bagi pekerja platform digital agar perkembangan teknologi berjalan beriringan dengan perlindungan hak-hak pekerja.

Terkait isu internasional, Dartha menyatakan solidaritas pekerja Indonesia terhadap rakyat dan pekerja Palestina yang terdampak konflik berkepanjangan.

ILO, perlu memperkuat perlindungan hak-hak pekerja, dukungan pelatihan keterampilan, serta bantuan sosial darurat bagi masyarakat yang menjadi korban konflik.

“Jangan biarkan masa depan kerja diputuskan tanpa pekerja. Jangan biarkan pekerja Palestina sendirian. Jangan biarkan ILO melenceng dari keadilan sosial,” tandasnya.

Di sela kegiatan konferensi, delegasi pekerja asal Banten, H. Dewa Sukma Kelana, SH, MKn, menyampaikan apresiasi terhadap sikap dan komitmen yang ditunjukkan seluruh unsur delegasi Indonesia dalam sidang pleno tersebut.

Menurut Dewa, isu penguatan keterampilan tenaga kerja, perlindungan pekerja platform digital, pemanfaatan AI yang berpusat pada manusia, serta solidaritas internasional merupakan agenda penting yang harus terus diperjuangkan.

“Apa yang diperjuangkan delegasi Indonesia di forum ILO tidak boleh berhenti sebagai wacana. Hasil-hasilnya harus dikawal agar menjadi kebijakan dan program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi pekerja Indonesia,” tegasnya.

Sekretaris DPD KSPSI Provinsi Banten itu menilai sinergi antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha menjadi faktor penting dalam mewujudkan berbagai komitmen internasional di bidang ketenagakerjaan.

“Perjuangan di Jenewa harus dapat dirasakan manfaatnya oleh para pekerja di tanah air melalui peningkatan kesejahteraan, perlindungan yang lebih baik, dan terciptanya pekerjaan yang layak,” tuturnya.

Ia berharap semangat kebersamaan yang ditunjukkan delegasi tripartit Indonesia selama ILC 2026 dapat terus terjaga dalam upaya membangun hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan.

Dengan semangat Merah Putih di dada dan Indonesia di hati, delegasi tripartit Indonesia terus menggaungkan komitmen untuk mewujudkan pekerjaan layak, keadilan sosial, dan kesejahteraan pekerja, baik di Indonesia maupun di tingkat global, tutupnya.

(Yuyi Rohmatunisa)

Berita Terkait

Delegasi KSPSI Jumhur Asal Banten Laksanakan Sholat Jumat di PTRI Jenewa
Iran Mau Hentikan Perang Asal AS Cairkan Rp432 Triliun Aset yang Beku pada Tahap Kesepakatan
Indonesia – Turki Perkuat Kolaborasi Ketenagakerjaan di Forum ILC
Indonesia Bidik Posisi Sentral dalam Kerja Sama ASEAN–Eurasia, Tegas AHY
Delegasi Buruh Indonesia Bergabung dengan Buruh Dunia Serukan “Free Palestine” di ILC 114 Jenewa
Delegasi Indonesia Bahas Ekonomi Platform dan Perlindungan Pekerja di Forum ILO
Turki Kecam Perluasan Operasi Israel di Lebanon, Khawatirkan Stabilitas Kawasan
Wakili Indonesia di Swiss, Dewa Sukma Kelana Soroti Masa Depan Pekerja di Era AI

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 21:16 WIB

Hari ke -8 Delegasi Tripartit Indonesia Kompak Suarakan Keadilan Kerja di ILC 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:22 WIB

Delegasi KSPSI Jumhur Asal Banten Laksanakan Sholat Jumat di PTRI Jenewa

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:29 WIB

Iran Mau Hentikan Perang Asal AS Cairkan Rp432 Triliun Aset yang Beku pada Tahap Kesepakatan

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:07 WIB

Indonesia – Turki Perkuat Kolaborasi Ketenagakerjaan di Forum ILC

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:54 WIB

Indonesia Bidik Posisi Sentral dalam Kerja Sama ASEAN–Eurasia, Tegas AHY

Berita Terbaru