OTT Imigrasi Berujung Penahanan Wamen Silmy Karim, Dugaan Pemerasan KITAS

Kamis, 4 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim langsung dikenakan baju tahanan KPK. (Jennus)

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim langsung dikenakan baju tahanan KPK. (Jennus)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi berkembang menjadi perkara besar yang menyeret Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim. Bersama tujuh aparatur sipil negara lainnya, Silmy kini ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemerasan dalam pengurusan izin tinggal warga negara asing.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, penyidik menduga para tersangka melakukan pemerasan dalam proses pengurusan dokumen keimigrasian. Mereka dijerat dengan Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Penyidik juga menambahkan sangkaan Pasal 12B mengenai gratifikasi.

Kedelapan tersangka langsung ditahan untuk 20 hari pertama setelah status hukumnya ditingkatkan. Selain Silmy Karim, sejumlah nama yang turut ditahan antara lain mantan Pelaksana Tugas Dirjen Imigrasi Saffar Muhammad Godam, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Barat Jaya Saputra, serta Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah.

Perkara ini berawal dari OTT yang dilakukan KPK pada 2–3 Juni 2026. Penyidik menduga terdapat praktik pemerasan dalam pengurusan KITAS dan KITAP bagi warga negara asing.

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 17 orang yang terdiri atas delapan penyelenggara negara atau ASN dan sembilan pihak swasta yang diduga menjadi perantara pengurusan dokumen keimigrasian. Dari hasil pemeriksaan, delapan orang ditetapkan sebagai tersangka.

Silmy Karim diketahui datang ke Gedung Merah Putih KPK pada 3 Juni 2026. Setelah menjalani pemeriksaan intensif, ia bersama tujuh tersangka lainnya resmi mengenakan rompi oranye tahanan KPK pada Kamis (4/6/2026), menandai dimulainya proses hukum dalam kasus yang diduga melibatkan praktik korupsi di sektor layanan keimigrasian. (ihd)

Berita Terkait

Hari Pertama Memimpin, Suyudi Rombak Polri dari Mabes sampai Polda
Kepemimpinan Sigit Berakhir Setelah Menyeberangi Dua Era Presiden
Suyudi Ario Gantikan Sigit Pimpin Polri, Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri
Kematian Sutrimo Lampaui Bulan Kedua, Polisi Belum Temukan Unsur Pidana
Apartemen di Lapas Cibinong Dibongkar, Lahannya Tetap Aset Pemkab Bogor
Tiga Dakwaan Menjerat Taufik Hidayat dalam Kasus Kekerasan terhadap YTR
Temuan Kementerian Imipas di Lapas Cibinong Berubah, Bappisus Perdalam Investigasi
Bebasnya Mary Jane, Pelajaran Panjang Perlindungan Pekerja Migran

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Hari Pertama Memimpin, Suyudi Rombak Polri dari Mabes sampai Polda

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Kepemimpinan Sigit Berakhir Setelah Menyeberangi Dua Era Presiden

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Suyudi Ario Gantikan Sigit Pimpin Polri, Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri

Rabu, 30 September 2026 - 20:23 WIB

Kematian Sutrimo Lampaui Bulan Kedua, Polisi Belum Temukan Unsur Pidana

Rabu, 30 September 2026 - 16:56 WIB

Apartemen di Lapas Cibinong Dibongkar, Lahannya Tetap Aset Pemkab Bogor

Berita Terbaru