JENDELANUSANTARA.COM, Ankara — Jumlah warga Palestina yang tewas di Jalur Gaza sejak dimulainya agresi militer Israel pada Oktober 2023 mencapai sedikitnya 54.084 orang. Kementerian Kesehatan Palestina pada Rabu (28/5/2025) menyatakan bahwa perang yang berlangsung selama 600 hari itu juga menyebabkan 123.308 orang luka-luka.
Dalam 24 jam terakhir, 28 jenazah dilaporkan masuk ke rumah sakit dan 179 warga lainnya terluka. Namun, jumlah korban diyakini masih akan bertambah mengingat banyak warga yang masih tertimbun reruntuhan bangunan atau tak terjangkau tim penyelamat.
“Tim penyelamat menghadapi kesulitan menjangkau lokasi serangan karena intensitas pemboman dan kehancuran infrastruktur,” demikian pernyataan resmi Kementerian Kesehatan Palestina.
Serangan terbaru Israel ke Gaza dimulai pada 18 Maret 2025, mengakhiri masa gencatan senjata yang sempat tercapai sejak Januari. Sejak itu, tercatat 3.924 warga Palestina meninggal dan lebih dari 11.200 orang luka-luka akibat gelombang baru serangan.
Agresi ini juga menggagalkan kesepakatan pertukaran tahanan antara Israel dan kelompok Hamas.
Di ranah hukum internasional, Israel menghadapi tekanan yang meningkat. Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada November 2024 mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Secara terpisah, Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag masih memproses gugatan genosida terhadap Israel terkait serangan yang terus berlangsung di wilayah Gaza, salah satu kantong penduduk Palestina yang paling padat. (ihd)













