Penyuluh Lingkungan Didorong Perkuat Edukasi Demi Naikkan IKPS Sleman

Kamis, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, SLEMAN – Upaya meningkatkan Indeks Kinerja Pengelolaan Sampah (IKPS) terus digenjot di berbagai daerah.

Peran penyuluh lingkungan hidup dan fasilitator kini disebut sebagai ujung tombak perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.

“Mereka menjadi penghubung utama antara kebijakan dan praktik di lapangan,” ujar Kharisma Nur Hafizah dalam Workshop Training of Trainer (TOT) P3S Sleman 2026, Rabu (8/4/2026).

Dalam kegiatan yang diikuti 33 peserta dari wilayah Sleman Barat itu, Risma—sapaan akrabnya—menekankan pentingnya IKPS sebagai indikator kinerja pemerintah.

“IKPS ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik atas capaian pengelolaan sampah,” tegasnya.

Ia menyebut, IKPS juga menjadi acuan utama dalam evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.

Risma memaparkan, nilai IKPS Kabupaten Sleman tahun 2025 baru mencapai 47,7 atau masih di bawah target di atas 50.

Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya bergantung pada infrastruktur semata.

“Partisipasi masyarakat menjadi faktor kunci dalam mendorong peningkatan nilai IKPS,” jelasnya.

Ia menegaskan, penyuluh dan fasilitator memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik.

“Mereka turun langsung ke masyarakat, memberikan edukasi, sekaligus memastikan program berjalan konsisten,” ujarnya.

Edukasi yang dilakukan meliputi pemilahan sampah, pengurangan plastik, hingga pengolahan limbah rumah tangga berbasis komunitas.

Meski begitu, berbagai tantangan masih membayangi, mulai dari keterbatasan tenaga hingga luasnya wilayah kerja.

“Perlu dukungan kebijakan yang kuat, peningkatan kapasitas SDM, serta pemanfaatan teknologi agar penyuluhan lebih efektif,” tandasnya.

Ia berharap penguatan peran penyuluh dan fasilitator mampu mendorong IKPS mencapai target serta mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. (andriyani)

Berita Terkait

Manusmara Rilis “Nyala”, Single Pembuka Album Kedua Bertema Luka dan Pemulihan
650 Peserta Ikuti Gowes Bareng ALGOJO, Perkuat Silaturahmi Komunitas
Komunitas JKPC Yogyakarta Kembali Gelar Kopdar, Antusiasme Peserta Tinggi
JKPC Jogja Rutin Gelar Kegiatan, Jaga Eksistensi dan Kebersamaan Anggota
Program Pendidikan Berbuah Hasil, Tiga Pamong Condongcatur Lulus S1
UWM Sleman Gelar Wisuda, Rektor Tekankan Pentingnya Adaptasi dan Inovasi
HDSD 2026 di Bantul, Ruang Aman dan Harapan bagi Anak Down Syndrome
Penemuan Mengerikan di Sleman: Mayat Tanpa Kepala Tersangkut di Aliran Kali Konteng

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 18:33 WIB

Manusmara Rilis “Nyala”, Single Pembuka Album Kedua Bertema Luka dan Pemulihan

Minggu, 12 April 2026 - 14:14 WIB

650 Peserta Ikuti Gowes Bareng ALGOJO, Perkuat Silaturahmi Komunitas

Minggu, 12 April 2026 - 14:09 WIB

Komunitas JKPC Yogyakarta Kembali Gelar Kopdar, Antusiasme Peserta Tinggi

Minggu, 12 April 2026 - 14:04 WIB

JKPC Jogja Rutin Gelar Kegiatan, Jaga Eksistensi dan Kebersamaan Anggota

Minggu, 12 April 2026 - 00:59 WIB

Program Pendidikan Berbuah Hasil, Tiga Pamong Condongcatur Lulus S1

Berita Terbaru