JENDELANUSANTARA.COM, YOGYAKARTA – Sebanyak 216 mahasiswa di University Residence Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Unires UMY) angkatan ke-18 dinyatakan tuntas menjalani program pembinaan tahun akademik 2025/2026, dengan tingkat kelulusan mencapai 90 persen.
Capaian tersebut disampaikan dalam laporan akhir program pembinaan pada acara Haflatul Wada’ angkatan ke-18. Acara digelar Minggu (12/7), di Ruang Amphitheater Gedung E8 UMY dan mengusung tema ‘Mengguncang Peradaban’.
Kepala Sub-Direktorat Kepemimpinan dan Kaderisasi UMY, Talqis Nurdianto, Lc., M.A., Ph.D., melaporkan rincian data residen angkatan ini. Tercatat ada 240 residen yang mengikuti program sejak awal, dengan 114 putra dan 126 putri. Sebagian residen tidak menuntaskan program karena pelanggaran pembinaan berjenjang selama satu tahun berjalan, dengan proses yang selalu dikoordinasikan bersama orang tua.
“Pembinaan mahasiswa yang menjadi residen didampingi oleh pengasuh putra dan putri, lima musyrif/musyrifah, serta dua puluh asisten musyrif. Program pembinaan mencakup empat pilar utama, yakni akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah, yang disebut program AIK,” ujar Talqis dalam laporannya.
Ia menambahkan bahwa materi tersebut diperkuat melalui program Ta’lim Al-Islam dengan pendekatan aplikatif, seperti presentasi dan berbagi pengalaman.
Selain pembinaan spiritual, residen juga mengikuti pelatihan kepemimpinan dan pengembangan soft skill sepanjang tahun. Peningkatan bahasa Inggris dan Arab turut diajarkan sebagai bekal residen mengakses beasiswa ke luar negeri.
Sejumlah program unggulan lain turut berjalan, mulai dari Baitul Arqam hingga general check-up kesehatan. Baitul Arqam memberi sertifikat resmi bagi residen yang telah lulus kuliah dari Unires. Adapun general check-up dilakukan dengan meliputi pemeriksaan kolesterol, tekanan darah, dan asam urat.
Yang menarik, pada kegiatan kurban tahun ini, Unires turut menyembelih tiga ekor sapi dan empat ekor kambing. Sebanyak 216 residen juga menerima Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah sebagai bagian dari proses kaderisasi.
Direktur Al Islam dan Kemuhammadiyahan UMY, Taufiqur Rahman, S.IP., M.A., Ph.D., turut memberikan apresiasi dalam sambutannya.
“Kelulusannya adalah 90 persen. Meskipun tetap ada yang tidak lulus, tetapi ini satu capaian yang sangat baik,” ujar Taufiq. Ia berharap jumlah residen yang berhenti di tengah program semakin berkurang pada tahun mendatang.
Taufiq turut mengutip buku kesan alumni yang ditulis oleh para residen angkatan ini. Menurutnya, para residen memandang Unires bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang tumbuh dan bertransformasi. Sejumlah nilai yang tertanam selama pembinaan meliputi kemandirian, kedisiplinan, kebersamaan, kepemimpinan, tanggung jawab sosial, dan kesadaran spiritual, yang diharapkan terus dijaga residen setelah kembali ke lingkungan program studi masing-masing.
“Seluruh program pembinaan bertujuan membentuk residen sebagai pemimpin yang bertanggung jawab. Hal ini sejalan dengan visi Unires sebagai asrama mahasiswa berkualitas internasional berbasis nilai-nilai Islam,” pungkasnya. (LSI)
sumber umy : humas umy














