JENDELANUSANTARA.COM, Jogja – Anggota DPRD DIY Komisi A, Hj. Yuni Satia, menegaskan bahwa perempuan Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menghadapi tantangan masa depan sekaligus menyelesaikan persoalan sejarah.
Dalam wawancara, ia menyebut solidaritas antar aktivis perempuan menjadi kunci utama dalam mendorong perubahan sosial.
“Saya percaya perempuan di Indonesia itu sangat solid, khususnya para kawan-kawan aktivis perempuan,” ujarnya Sabtu (25/4/2026).
Menurut Yuni, perkembangan perempuan saat ini menunjukkan kemajuan signifikan, terutama dalam aspek perlindungan hak.
Ia mencontohkan adanya regulasi terkait pekerja rumah tangga sebagai hasil nyata perjuangan panjang.
“Kalau sekarang isu pekerja rumah tangga itu sudah ada undang-undangnya, itu menunjukkan ada progres yang jelas,” katanya.
Meski begitu, ia menilai perjuangan perempuan belum selesai. Tantangan ke depan masih berkaitan erat dengan upaya menuntaskan berbagai persoalan masa lalu, termasuk yang melibatkan pelanggaran terhadap perempuan.
“Tantangan ke depan itu seperti yang dilakukan kawan-kawan aktivis 98, mereka masih berjuang sampai hari ini,” jelas Yuni.
Yuni juga menyoroti kembali peristiwa kekerasan terhadap perempuan pada 1998 yang hingga kini masih menjadi perdebatan.
Ia menegaskan pentingnya pengakuan atas fakta sejarah tersebut demi keadilan korban.
“Kami bersepakat bahwa memang terjadi perkosaan dan pembunuhan pada saat itu,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkap adanya tragedi yang menimpa pihak yang hendak membawa kesaksian ke forum internasional.
Menurutnya, hal ini menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan tidak hanya soal masa kini, tetapi juga keberanian menuntut keadilan atas masa lalu.
“Mereka yang akan memberikan kesaksian di PBB sebelum berangkat ternyata dibunuh di rumahnya,” ungkapnya. (waw)














