Yuni Satia: Solidaritas Perempuan Jadi Kekuatan Hadapi Tantangan Masa Depan

Sabtu, 25 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jogja – Anggota DPRD DIY Komisi A, Hj. Yuni Satia, menegaskan bahwa perempuan Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menghadapi tantangan masa depan sekaligus menyelesaikan persoalan sejarah.

Dalam wawancara, ia menyebut solidaritas antar aktivis perempuan menjadi kunci utama dalam mendorong perubahan sosial.

“Saya percaya perempuan di Indonesia itu sangat solid, khususnya para kawan-kawan aktivis perempuan,” ujarnya Sabtu (25/4/2026).

‎Menurut Yuni, perkembangan perempuan saat ini menunjukkan kemajuan signifikan, terutama dalam aspek perlindungan hak.

Ia mencontohkan adanya regulasi terkait pekerja rumah tangga sebagai hasil nyata perjuangan panjang.

“Kalau sekarang isu pekerja rumah tangga itu sudah ada undang-undangnya, itu menunjukkan ada progres yang jelas,” katanya.

Meski begitu, ia menilai perjuangan perempuan belum selesai. Tantangan ke depan masih berkaitan erat dengan upaya menuntaskan berbagai persoalan masa lalu, termasuk yang melibatkan pelanggaran terhadap perempuan.

“Tantangan ke depan itu seperti yang dilakukan kawan-kawan aktivis 98, mereka masih berjuang sampai hari ini,” jelas Yuni.

Yuni juga menyoroti kembali peristiwa kekerasan terhadap perempuan pada 1998 yang hingga kini masih menjadi perdebatan.

Ia menegaskan pentingnya pengakuan atas fakta sejarah tersebut demi keadilan korban.

“Kami bersepakat bahwa memang terjadi perkosaan dan pembunuhan pada saat itu,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkap adanya tragedi yang menimpa pihak yang hendak membawa kesaksian ke forum internasional.

Menurutnya, hal ini menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan tidak hanya soal masa kini, tetapi juga keberanian menuntut keadilan atas masa lalu.

“Mereka yang akan memberikan kesaksian di PBB sebelum berangkat ternyata dibunuh di rumahnya,” ungkapnya. (waw)

Berita Terkait

BWI DIY Perkuat Peran Strategis Wakaf sebagai Solusi Perekonomian dan Kesejahteraan
Ahmad Syauqi Soeratno Kawal Kasus Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta
Menteri Ekraf Spill 3 Jurus Bikin UMKM Naik Kelas di ELC 2026
Grand Final Proliga 2026 Meriah, Danrem 072/Pamungkas Hadir Saksikan LavAni Juara
Dorong Literasi Desa, Dosen UMY Hadirkan Sambirejo Literacy Festival
Hj. Yuni Satia Rahayu: Perjuangan Kartini Bukan Sekadar Simbol Emansipasi
Tanamkan Disiplin dan Nilai Keagamaan, TK Harapan Gandok Gelar Manasik Haji Anak
Keributan Dini Hari di Baciro Berujung Penganiayaan, Satu Pelaku Diamankan

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 12:05 WIB

Ahmad Syauqi Soeratno Kawal Kasus Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta

Minggu, 26 April 2026 - 10:11 WIB

Menteri Ekraf Spill 3 Jurus Bikin UMKM Naik Kelas di ELC 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 22:55 WIB

Grand Final Proliga 2026 Meriah, Danrem 072/Pamungkas Hadir Saksikan LavAni Juara

Sabtu, 25 April 2026 - 21:36 WIB

Dorong Literasi Desa, Dosen UMY Hadirkan Sambirejo Literacy Festival

Sabtu, 25 April 2026 - 19:56 WIB

Hj. Yuni Satia Rahayu: Perjuangan Kartini Bukan Sekadar Simbol Emansipasi

Berita Terbaru