Wamendagri Wiyagus Dorong Brebes Optimalkan Kekayaan Budaya untuk Percepat Pembangunan Daerah

Minggu, 30 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Brebes – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mendorong Pemerintah Kabupaten Brebes memperkuat pemajuan kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan daerah. Menurutnya, kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Brebes tidak hanya penting untuk menjaga identitas daerah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kekuatan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat membuka Brebes Culture Festival 2026 bertema Pesona Nusantara dalam Harmoni Budaya Brebes di Jalan Pangeran Diponegoro, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (29/8/2026).

“Tema ini sangat relevan karena kebudayaan Indonesia tumbuh dari keragaman yang dipertemukan dalam harmoni. Konstitusi kita, Pasal 32 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, menyatakan bahwa negara memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia dan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara serta mengembangkan nilai-nilai budayanya,” ujar Wiyagus.

Wiyagus menjelaskan, amanat tersebut diperkuat melalui Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang mencakup pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan. Dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, kebudayaan juga merupakan bagian dari urusan pemerintahan konkuren. Karena itu, pemajuannya perlu diintegrasikan dengan pembangunan daerah.

Menurut Wiyagus, Kabupaten Brebes memiliki modal budaya yang kuat untuk dikembangkan. Beragam kesenian, seperti wayang golek, kuda lumping, ronggeng, wayang kulit, sintren, singa depok, kuntulan, calung, dan burok, masih hidup di tengah masyarakat. Brebes juga memiliki warisan budaya takbenda, di antaranya Tradisi Ngasa dan telur asin Brebes yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Lebih lanjut, Wiyagus menekankan bahwa pemajuan kebudayaan tidak hanya berkaitan dengan pelestarian identitas dan warisan daerah, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Pemajuan kebudayaan berkontribusi langsung terhadap tiga indikator makro pembangunan daerah yang menjadi tolak ukur keberhasilan kita bersama yaitu pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” kata Wiyagus.

Ia juga mendorong pemerintah daerah (Pemda) memperkuat basis data kebudayaan sebagai dasar perencanaan dan penganggaran, sekaligus memperluas ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan meneruskan warisan budaya. Pemanfaatan teknologi digital, menurutnya, perlu dilakukan tanpa menghilangkan nilai dasar budaya serta dibarengi dengan penguatan kolaborasi antara Pemda, komunitas, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat.

Karena itu, Wiyagus menilai Brebes Culture Festival dapat menjadi ruang perjumpaan, ekspresi, pembelajaran, dan kolaborasi dalam memajukan kebudayaan. Penyelenggaraan festival tersebut juga dinilai sejalan dengan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

“Kedelapan prioritas ini bila ditarik ke dalam konteks pemajuan kebudayaan di Brebes sesungguhnya saling menopang dalam satu rantai yang sangat utuh. Penguatan ideologi dan demokrasi menjadi fondasi agar kebebasan berekspresi budaya tetap hidup dalam bingkai persatuan,” jelasnya.

Wiyagus meminta Brebes Culture Festival tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan menjadi bagian dari ekosistem pemajuan kebudayaan. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pendataan objek pemajuan kebudayaan, pembinaan komunitas, regenerasi seniman, pendidikan budaya bagi generasi muda, serta promosi secara berkelanjutan.

Ia pun berharap Brebes Culture Festival menjadi momentum untuk memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap budaya lokal, memperluas apresiasi terhadap kekayaan budaya Nusantara, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Menuju Indonesia Emas 2045, Wamendagri Ribka Tekankan Pentingnya Peran Indonesia Timur
DPRD Diminta “Naik Kelas”, Bima Arya Dorong APBD Fokus pada Hasil dan Manfaat
Kemenag Buka Pendaftaran PNS untuk Jabatan Pengawas JPH secara Impassing
Mendagri Tekankan Kolaborasi Pemda dalam Memulihkan Dampak Bencana
Pemda Berprestasi Jawa-Bali Diguyur Penghargaan, Kemendagri Dorong Inovasi Daerah
Satlinmas Diperkuat untuk Dukung Program Strategis Pemerintah
Kepala Daerah Hadapi Lima Tantangan, Wamendagri Bima Arya Tekankan Jiwa Petarung
Otonomi Daerah Berbasis Penciptaan Nilai, Wamendagri Bima Arya Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:51 WIB

Menuju Indonesia Emas 2045, Wamendagri Ribka Tekankan Pentingnya Peran Indonesia Timur

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:13 WIB

Wamendagri Wiyagus Dorong Brebes Optimalkan Kekayaan Budaya untuk Percepat Pembangunan Daerah

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:06 WIB

DPRD Diminta “Naik Kelas”, Bima Arya Dorong APBD Fokus pada Hasil dan Manfaat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 04:26 WIB

Kemenag Buka Pendaftaran PNS untuk Jabatan Pengawas JPH secara Impassing

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Mendagri Tekankan Kolaborasi Pemda dalam Memulihkan Dampak Bencana

Berita Terbaru