Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Bahaya Stunting bagi Masa Depan SDM Indonesia

Senin, 18 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jayawijaya – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk kembali menekankan soal bahaya stunting dan gizi buruk pada anak-anak dan ibu hamil. Stunting, kata dia, dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan, khususnya dalam hal pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan Intelligence Quotient (IQ) atau kecerdasan intelektual.

“Berdasarkan kajian yang ada anak-anak yang mengalami stunting memiliki IQ rata-rata 11 poin lebih rendah dibandingkan anak dengan gizi baik,” katanya saat berkunjung ke Sekolah Dasar (SD) YPPGI Napua, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin (18/11/2024). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja (kunker) Ribka ke Papua Pegunungan.

Ribka pun meminta semua pihak untuk memberikan perhatian serius terhadap masalah ini. Hal ini untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan perkembangan anak-anak.

Menurut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, angka prevalensi stunting di Indonesia masih mencapai 21,5 persen, sementara angka Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil mencapai 16,9 persen. KEK merupakan kondisi kekurangan energi dalam jangka panjang pada ibu hamil, yang berpotensi membahayakan kesehatan ibu dan janin. Dengan demikian, persoalan ini memerlukan penanganan serius.

“Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menghambat upaya kita untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan sekaligus dapat memburuknya [kondisi] sosial ekonomi di masyarakat Indonesia, dan lebih khusus di Provinsi Papua Pegunungan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ribka juga menyoroti pentingnya program Asta Cita yang digagas Presiden Prabowo Subianto, untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, sejahtera, adil, dan makmur. Program ini mencakup delapan cita-cita utama yang harus diimplementasikan oleh semua pemerintah daerah (Pemda) dari Sabang sampai Merauke.

“Visi ini menitikberatkan delapan cita-cita utama yang mencakup SDM yang unggul, pemerataan akses pendidikan dan kesehatan serta menghadirkan ketahanan pangan dan energi yang kokoh,” tegasnya.

Adapun salah satu poin dalam Asta Cita yakni pemberian makanan bergizi gratis kepada anak-anak, ibu hamil, serta kelompok rentan. Ia berharap, program makan bergizi gratis ini dapat mempercepat akses terhadap pelayanan dasar dan mendukung pembangunan SDM yang unggul dan berdaya saing.

“Program Asta Cita ini harus menjadi program strategis nasional yang harus disesuaikan [dalam perencanaan di masing-masing Pemda],” ungkapnya.

Sebagai bagian dari kunjungannya, Ribka turut membagikan makanan bergizi gratis kepada seluruh siswa SD YPPGI Napua, Papua Pegunungan. Ia pun berharap, melalui program ini status gizi dan kesehatan anak-anak di wilayah tersebut dapat meningkat. Dengan demikian, visi Indonesia Emas 2045 dapat terwujud.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Kemenag Minta Penghulu Cek Calon Pengantin, Cegah Nikah Siri
Bima Arya Soroti Peran Strategis Generasi Muda dalam Mewujudkan Indonesia Maju
TP PKK Berperan Strategis dalam Menjaga Kebersihan dan Menangani Persoalan Sampah
Wamendagri Wiyagus: Pengendalian TB Tak Hanya Soal Kesehatan, tapi Juga Produktivitas Keluarga
15 RUU Kabupaten/Kota Resmi Disetujui Jadi UU, Mendagri Dorong Penguatan Tata Kelola Daerah
Kemendagri Perkuat Kepemimpinan dan Pelayanan untuk Transformasi Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu
Kemendagri Dorong Integrasi Program Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu dalam Perencanaan Pemda
Kemendagri Minta TP PKK, Posyandu, dan Dekranasda Perkuat Strategi Pembiayaan Program

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 22:56 WIB

Kemenag Minta Penghulu Cek Calon Pengantin, Cegah Nikah Siri

Selasa, 22 September 2026 - 18:57 WIB

Bima Arya Soroti Peran Strategis Generasi Muda dalam Mewujudkan Indonesia Maju

Selasa, 22 September 2026 - 18:09 WIB

TP PKK Berperan Strategis dalam Menjaga Kebersihan dan Menangani Persoalan Sampah

Selasa, 22 September 2026 - 15:37 WIB

Wamendagri Wiyagus: Pengendalian TB Tak Hanya Soal Kesehatan, tapi Juga Produktivitas Keluarga

Selasa, 22 September 2026 - 14:43 WIB

15 RUU Kabupaten/Kota Resmi Disetujui Jadi UU, Mendagri Dorong Penguatan Tata Kelola Daerah

Berita Terbaru

Dirjen Bimas Kemenag Abu Rokhmad mberi wejangan dalam sesi acara Pembinaan Penghulu dan Penyuluh se-Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (21/9/2026). (Kemenag)

Nasional

Kemenag Minta Penghulu Cek Calon Pengantin, Cegah Nikah Siri

Selasa, 22 Sep 2026 - 22:56 WIB