Wamendagri Bima Arya Bahas Pentingnya Mentalitas Positif dalam Era Teknologi

Kamis, 21 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan perlunya sikap bijaksana dalam merespons teknologi ke depan. Dia mencontohkan seperti penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk kepentingan bersama, khususnya pekerjaan yang berhubungan dengan pemerintahan.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara Internalisasi BerAKHLAK bertema “Menuju Kemendagri BerAKHLAK untuk Indonesia Emas 2045”, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (21/11/2024).

“AI itu dahsyat, tapi kita hands on. Kita full control of AI tadi, itu penting,” katanya.

Bima mengingatkan AI bukanlah segalanya. AI akan banyak mengancam berbagai pekerjaan di pemerintahan, tetapi AI tidak bisa berpikir dan memutuskan berdasarkan kompleksitas yang tinggi. Dia memberi contoh, AI tidak bisa menjawab bagaimana cara berkomunikasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menyelesaikan soal-soal pimpinan tertentu yang rumit, atau membentuk pemerintahan yang humanis.

“Wisdom tidak berasal dari AI Bapak/Ibu. Wisdom berasal dari jam terbang dan pengalaman. Itu penting. Yang kedua, jangan berharap inovasi dari AI, enggak bisa Bapak/Ibu. AI itu bagaimanapun itu datanya dari kita. Pattern-nya itu dari kita,” ujarnya.

Bima mengakui jika AI memang luar biasa, tetapi kendalinya tetap pada manusia. Dirinya mendorong agar jangan dikuasai AI, tapi sebaliknya, menguasai AI. AI bisa membantu dalam membangun budaya pelayanan yang lebih baik. Pelayanan ini terutama hadir dari para pegawai di lingkungan Kemendagri yang memiliki tingkat kepedulian yang tinggi pada orang lain dan mau beradaptasi dengan perubahan.

“Dalam birokrasi, saya kira ini adalah pelayanan yang terbaik untuk semua. Untuk siapa pun juga, dari siapa pun juga, begitu. Nah Bapak/Ibu sekalian, saya ingin mengajak kepada kita semua untuk tidak terjebak kepada seremonial, tidak terjebak kepada pakem-pakem, mari kita saling menebar inspirasi dan memberikan inspirasi,” ungkapnya.

Hal itu selaras dengan materi yang disampaikan oleh Motivator sekaligus Pendiri ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian. Dia menekankan pentingnya respons bijak terhadap teknologi, terutama dalam menghadapi tantangan era modern. Ia menyoroti bahwa teknologi, termasuk AI, seharusnya menjadi alat yang memudahkan pekerjaan, bukan justru menyulitkan.

Selain itu, dalam menjalankan pekerjaannya, pegawai di lingkup Kemendagri harus didasari oleh niat yang kuat dan terarah, seperti strong why, big why, dan grand why, sehingga bisa memberikan dampak maksimal. Ary juga mengingatkan agar pegawai di lingkup Kemendagri memiliki mentalitas positif dan berfokus pada hal baik. Karakter tersebut perlu diterapkan untuk membangun pemerintahan yang adaptif dan humanis.

“Jadi kita ini punya laci-laci, di mana laci-laci kita ada masalah negatif, masalah baik, masalah positif, masalah juara. Jangan pernah salah tarik laci dalam hidup,” tandasnya.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Olahraga Intens, Jangan Asal Minum Obat Masuk Angin Saat Perut Tak Nyaman
Kementerian Ekraf Dorong Budaya Keraton Nusantara Tembus Pasar Ekraf ASEAN
Cryshnanda: Art Policing Bisa Jadi Cooling System di Era Post Truth
Kongkow, Seni, dan Tawa sebagai Cara Meredam Ketegangan
Festival Bazar Kemendagri 2026 Resmi Ditutup, UMKM dan Edukasi Masyarakat Jadi Fokus
Kemenag Dorong Mustahik Naik Kelas Jadi Muzaki lewat Program Ekonomi Berbasis KUA
Pemprov Lampung Dorong Percepatan Survei Seismik 2D Gerbera untuk Buka Potensi Cadangan Migas Lampung
Perkuat Pendapatan Daerah, Mendagri Minta Kepala Daerah Kedepankan Kepemimpinan Teknokratik

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:53 WIB

Olahraga Intens, Jangan Asal Minum Obat Masuk Angin Saat Perut Tak Nyaman

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:57 WIB

Kementerian Ekraf Dorong Budaya Keraton Nusantara Tembus Pasar Ekraf ASEAN

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:54 WIB

Cryshnanda: Art Policing Bisa Jadi Cooling System di Era Post Truth

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:43 WIB

Kongkow, Seni, dan Tawa sebagai Cara Meredam Ketegangan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Festival Bazar Kemendagri 2026 Resmi Ditutup, UMKM dan Edukasi Masyarakat Jadi Fokus

Berita Terbaru