JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta Timur – Minggu (24/8/2025) pagi, warga RT 19 RW 06, Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, masih terlelap. Sekitar pukul 06.23 WIB, derap langkah belasan polisi memecah sunyi. Tanpa sirene dan tanpa gaduh, mereka merangsek masuk ke sebuah rumah kontrakan di tepi Waduk Waru.
Di dalam rumah bercat kusam itu, aparat menemukan tujuh sepeda motor berbagai merek –kebanyakan Honda Beat– yang ditutupi terpal lusuh. Di pojok ruangan, menumpuk pelat nomor kendaraan, kunci-kunci motor, dan beberapa kunci letter T yang biasa dipakai maling sepeda motor untuk membobol kunci kontak.
“Gerbang kontrakan langsung ditutup rapat, suasana sepi sekali. Warga tidak ada yang berani keluar rumah,” kata Supangat, Ketua RT 19 yang diminta polisi ikut mendampingi penggerebekan, Senin (25/8/2025).
Menurut Supangat, awal mula penggerebekan berangkat dari penangkapan seorang remaja yang hendak tawuran. Dari tas remaja itu, polisi menemukan kunci letter T dan sebilah senjata tajam. Temuan tersebut mengantarkan polisi ke kontrakan di Rambutan yang diduga menjadi markas sindikat pencuri motor.
Tim Perintis Presisi Polda Metro Jaya membawa semua barang bukti, termasuk motor-motor tanpa kunci yang harus dipaksa diangkut ke truk muatan. “Pelat nomor yang ditemukan banyak sekali, tak terhitung jumlahnya,” ujar Supangat.
Video penggerebekan itu sempat viral di media sosial, salah satunya diunggah akun Instagram @cibuburupdate.id. Dalam rekaman, tampak aparat menggotong motor curian keluar kontrakan lalu menaikkannya ke atas truk.
Penggerebekan berlangsung tanpa sepengetahuan warga sekitar. “Saya sendiri dibangunkan polisi, baru tahu kalau di wilayah saya ada markas maling motor,” kata Supangat.
Kini kontrakan di pinggir waduk itu dipasangi garis polisi. Pintu besinya terkunci rapat. Di sekitarnya, tak ada lagi lalu lalang warga. Hanya garis kuning yang membisu, menjadi penanda jejak sebuah sindikat pencuri motor yang beroperasi senyap di tengah pemukiman padat. (ihd)












