JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima sambungan telepon dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (12/6/2025) malam. Dalam pembicaraan yang berlangsung hampir 15 menit tersebut, kedua kepala negara membahas penguatan kerja sama bilateral serta komitmen menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (13/6/2025), menyebut komunikasi berlangsung hangat dan penuh saling pengertian. “Keduanya saling menanyakan kabar dan perkembangan terkini di negara masing-masing,” ujarnya.
Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat. Sebaliknya, Trump juga menyampaikan selamat atas terpilihnya Prabowo sebagai Presiden ke-8 RI.
Selain menegaskan komitmen memperkuat kerja sama ekonomi, pertahanan, dan pendidikan, kedua pemimpin juga membahas kebijakan dagang terbaru Amerika Serikat. Pemerintah AS menetapkan tarif impor resiprokal terhadap Indonesia sebesar 32 persen, di luar tarif dasar 10 persen yang diberlakukan secara global.
Menanggapi hal itu, Presiden Prabowo telah mengutus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk memimpin delegasi ke Washington, DC, guna membuka jalur negosiasi. Indonesia menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan berharap tercapai kesepakatan yang adil bagi kedua pihak.
Hubungan diplomatik Indonesia–Amerika Serikat telah terjalin sejak 1949. Tahun ini, kedua negara menandai 76 tahun kemitraan dengan agenda penguatan hubungan strategis di berbagai sektor.
Presiden Prabowo dan Presiden Trump sebelumnya juga sempat berkomunikasi pada November 2024. Dalam sambungan singkat kala itu, keduanya menyatakan keinginan untuk bertemu langsung guna membahas arah kerja sama ke depan. (ihd)














