‘Teladan Sang Menteri’, Potret Moderasi Kepemimpinan Nasaruddin Umar Diluncurkan

Senin, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peluncuran buku 'Teladan Sang Menteri' ditandai dengan penandatanganan mockup sampul serta penyerahan buku secara simbolis oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Humas Kemenag)

Peluncuran buku 'Teladan Sang Menteri' ditandai dengan penandatanganan mockup sampul serta penyerahan buku secara simbolis oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Humas Kemenag)

Peluncuran buku ditandai dengan penandatanganan mockup sampul serta penyerahan buku secara simbolis oleh Nasaruddin Umar. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang refleksi atas perjalanan intelektual dan kepemimpinan Menteri Agama yang dikenal dengan gagasan moderasi beragama.

Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman, yang juga menjadi penulis utama, menyatakan buku tersebut mengangkat sosok Nasaruddin Umar melalui pendekatan biografis reflektif. “Buku ini memotret beliau sebagai ulama, akademisi, sekaligus negarawan,” ujarnya.

Bagian awal buku menyoroti latar belakang sosial-kultural Nasaruddin Umar yang tumbuh di Bone, Sulawesi Selatan. Ia dibesarkan dalam lingkungan religius yang menanamkan nilai disiplin, integritas, serta kecintaan terhadap ilmu. Nilai budaya Bugis seperti siri’ na pacce disebut turut membentuk karakter kepemimpinannya.

Tak sekadar menyajikan perjalanan hidup secara kronologis, para penulis juga mengulas gagasan intelektual Nasaruddin Umar serta kontribusinya dalam kebijakan publik, khususnya di bidang keagamaan. Perjalanan akademiknya berkembang sejak menempuh pendidikan di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta hingga meraih gelar profesor.

Nasaruddin dikenal sebagai pemikir progresif yang mampu menjembatani tradisi keilmuan Islam klasik dengan tantangan modernitas. Salah satu gagasan utama yang diangkat dalam buku ini adalah moderasi beragama—sebuah pendekatan yang menekankan dialog, inklusivitas, dan persatuan dalam masyarakat majemuk.

Di bidang pendidikan, buku tersebut juga memperkenalkan konsep “kurikulum cinta”, yakni pendekatan pembelajaran yang menempatkan nilai kasih sayang sebagai fondasi utama. Sementara dari sisi kepemimpinan, Nasaruddin digambarkan sebagai birokrat humanis-religius yang mengedepankan nilai moral dan spiritual dalam menjalankan peran publik.

Buku ini ditulis oleh Mujiburrahman bersama Reza Idria, Kamaruzzaman, Rahmad Syah Putra, Muhajir Al Fairusy, dan Arkin. Para akademisi berharap karya tersebut dapat menjadi rujukan bagi kalangan akademisi, pembuat kebijakan, serta masyarakat luas dalam memahami model kepemimpinan religius yang moderat dan inklusif.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin Umar juga menyampaikan bahwa pengalaman belajar mendalam, termasuk dari tradisi pesantren dan kajian tasawuf, turut membentuk cara pandangnya dalam memahami ilmu dan kehidupan. (ihd)

Berita Terkait

Jelang Pameran Kriyanusa 2026, Dekranas Perkuat Semangat Kebersamaan
Guruh Soekarnoputra Telah Tiada, Jejak Seni yang Tak Lekang
Menag Ajak Imam Besar Dunia Gunakan Bahasa Agama untuk Jaga Lingkungan
IGIC 2026 di Istiqlal, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Kemerdekaan Palestina
Satlinmas Diminta Perkuat Kesiapsiagaan, Gubernur Lampung: Keamanan Fondasi Pembangunan
Museum dan Monumen Bahasa Nasional Mulai Dibangun, Mendagri Soroti Sejarah Bahasa Indonesia
Kendalikan Inflasi, Mendagri Tito Dorong Pemda Perkuat Langkah Strategis
Kemnaker Mulai Pemagangan MagangHub Batch 2, Diikuti 40.962 Peserta

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 13:15 WIB

Jelang Pameran Kriyanusa 2026, Dekranas Perkuat Semangat Kebersamaan

Sabtu, 26 September 2026 - 10:56 WIB

Guruh Soekarnoputra Telah Tiada, Jejak Seni yang Tak Lekang

Jumat, 25 September 2026 - 17:20 WIB

Menag Ajak Imam Besar Dunia Gunakan Bahasa Agama untuk Jaga Lingkungan

Jumat, 25 September 2026 - 16:51 WIB

IGIC 2026 di Istiqlal, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Kemerdekaan Palestina

Jumat, 25 September 2026 - 08:36 WIB

Satlinmas Diminta Perkuat Kesiapsiagaan, Gubernur Lampung: Keamanan Fondasi Pembangunan

Berita Terbaru