Tekel terhadap Ole Berujung Krisis di Timnas Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026

Sabtu, 12 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Bandung — Harapan yang semula bersinar di langit Stadion Si Jalak Harupat mendadak meredup pada Kamis sore itu. Penyerang tim nasional Indonesia dan Oxford United, Ole Romeny, harus ditandu keluar lapangan setelah menerima tekel keras dari gelandang Arema FC, Paulinho.

Laga penyisihan Grup A Piala Presiden 2025 sejatinya menjadi panggung pembuktian. Bagi Ole, turnamen pramusim ini tak sekadar ajang uji coba, tetapi juga ruang untuk menegaskan eksistensinya dalam skuat utama Oxford United. Satu gol telah ia sarangkan ke gawang Arema—penanda bahwa adaptasinya mulai berbuah.

Namun, keberanian dan determinasi pemain bernomor punggung 11 itu terhenti saat tekel Paulinho mengenai kakinya. Stadion senyap. Ole terguling, dan tak lama kemudian ditandu ke luar lapangan. Paulinho hanya diganjar kartu kuning.

“Pelanggaran seperti itu mestinya berbuah kartu merah. Bukan hanya soal aturan, tetapi soal masa depan pemain. Ole sedang membangun momentum, kepercayaan pelatih, dan kebugarannya untuk musim penuh di Inggris,” ujar pengamat sepak bola Akmal Marhali, Sabtu (12/7/2025).

Akmal menilai insiden itu tak hanya merugikan Oxford United, tetapi juga berdampak besar pada kesiapan tim nasional Indonesia yang bersiap menyambut babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

“Ole sedang dalam performa bagus. Golnya ke gawang Arema menunjukkan progres. Tapi insiden ini seperti membuyarkan semuanya. Saya hanya bisa berharap dia segera pulih dan tetap kuat secara mental,” ujarnya.

Pelatih Oxford United, Gary Rowett, sebelumnya telah memastikan bahwa cedera Ole tergolong serius. Kemungkinan ia melanjutkan turnamen sangat kecil.

Diboyong ke Oxford sejak paruh musim 2024/2025, pemain berdarah Belanda-Indonesia itu sejatinya tengah meniti jalan menanjak. Kompetisi di League One Inggris tak memberi ruang untuk setengah-setengah. Ole mesti siap secara fisik, mental, dan taktikal.

Kini, ia kembali menghadapi ujian. Bukan di lapangan hijau, tetapi di ruang perawatan dan pemulihan. Cedera menjadi jeda yang tak diharapkan, tetapi bisa jadi titik balik.

Di tengah sorotan kamera, tribun penuh sorak, dan panasnya laga pramusim, sepak bola kembali mengingatkan bahwa di balik skor dan statistik, ada tubuh dan jiwa yang harus dijaga. (ihd)

Berita Terkait

Veda Ega Pratama Cetak Sejarah di Moto3 GP Brasil, KONI Dorong Pembinaan Balap Lebih Terstruktur
Alwi Farhan ke Final Swiss Open, Peluang Indonesia Juara Tunggal Terbuka
Tundukkan Everton Lewat Dua Gol Akhir Gyökeres dan Dowman, Arsenal Kokoh di Puncak Liga Inggris 
Pekan Ke-24 BRI League Super: Persebaya Tantang Persib, Persija Hadapi Borneo
Mac Allister Jadi Penentu di Menit 90+7, Liverpool F.C. Tekuk Nottingham Forest F.C. 1-0
Ronaldo Komitmen Tetap di Al Nassr, Bawa Tim Puncaki Klasemen Liga Arab Saudi
Debut Maarten Paes dengan Ajax Tahan Imbang NEC Nijmegen
Jaros Cedera, Kiper Timnas Indonesia Berpeluang Debut bersama Ajax di Eredivise

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 13:32 WIB

Veda Ega Pratama Cetak Sejarah di Moto3 GP Brasil, KONI Dorong Pembinaan Balap Lebih Terstruktur

Minggu, 15 Maret 2026 - 05:42 WIB

Alwi Farhan ke Final Swiss Open, Peluang Indonesia Juara Tunggal Terbuka

Minggu, 15 Maret 2026 - 05:12 WIB

Tundukkan Everton Lewat Dua Gol Akhir Gyökeres dan Dowman, Arsenal Kokoh di Puncak Liga Inggris 

Sabtu, 28 Februari 2026 - 17:05 WIB

Pekan Ke-24 BRI League Super: Persebaya Tantang Persib, Persija Hadapi Borneo

Minggu, 22 Februari 2026 - 23:41 WIB

Mac Allister Jadi Penentu di Menit 90+7, Liverpool F.C. Tekuk Nottingham Forest F.C. 1-0

Berita Terbaru