JENDELANUSANTARA.COM, YOGYAKARTA – Deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit berkembang tanpa disadari, terutama di lingkungan kampus yang dihuni kelompok usia dewasa muda. Upaya tersebut dilakukan UPTD Puskesmas Kasihan I melalui Gugus Tugas Kampus Sehat Senyaman Taman Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan menggelar Active Case Finding (ACF) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi civitas academica UMY, Kamis (24/9) di Pascasarjana UMY.
Kegiatan ACF dan CKG di wilayah kerja Puskesmas Kasihan I menyasar tiga kampus, yakni UMY, Universitas Alma Ata, dan Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Di UMY, pemeriksaan ACF berupa rontgen dilaksanakan dua kali, yakni 24 September dan 15 Oktober 2026, sementara CKG menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan umum.
“ACF dan CKG memiliki fokus berbeda. ACF diarahkan untuk mendeteksi risiko penyakit menular, khususnya tuberkulosis (TBC), sedangkan CKG menjadi skrining kesehatan secara umum, termasuk tekanan darah, gula darah, hingga faktor risiko penyakit tidak menular,” jelas Dokter UPTD Puskesmas Kasihan I, dr. Y. Yoga Laksono.
Menurut dr. Yoga, kampus dipilih sebagai sasaran karena mahasiswa berada pada usia dewasa muda ketika sejumlah faktor risiko penyakit mulai muncul. Pemeriksaan sejak dini diperlukan agar kondisi yang belum menunjukkan gejala dapat segera dievaluasi dan ditindaklanjuti.
“Sekarang penyakit seperti hipertensi dan diabetes juga mulai ditemukan pada usia yang lebih muda. Makanya CKG kita tekankan pada usia muda supaya ketika ada sesuatu yang tidak normal, bisa segera dievaluasi dan dilakukan intervensi lebih dini. Untuk ACF, tujuannya mencari penyakit menular, khususnya TBC supaya jangan sampai penularannya berkembang dalam lingkungan komunal seperti mahasiswa,” kata dr. Yoga
Upaya tersebut sejalan dengan penanganan TBC di tingkat nasional. Kementerian Kesehatan mencatat hingga 25 Agustus 2025 baru ditemukan 508.994 kasus TBC atau sekitar 47 persen dari target nasional, sementara pemerintah menargetkan sedikitnya 900 ribu kasus ditemukan sepanjang 2025. Pada 2026, Kemenkes kembali menekankan pentingnya penemuan kasus secara aktif melalui skrining kelompok berisiko dan investigasi kontak.
Dari pemeriksaan sementara di UMY, ia menyebutkan kondisi tekanan darah dan gula darah sebagian besar masih baik. Sementara pemeriksaan rontgen dalam ACF menemukan sejumlah gambaran paru yang kemungkinan berkaitan dengan kebiasaan merokok. Ia mengingatkan pentingnya mengurangi paparan asap rokok, termasuk sebagai perokok pasif.
Bagi mahasiswa, pemeriksaan gratis tersebut menjadi kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatan yang selama ini jarang diperiksa. Rohana Patrizia Putria, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2025 mengikuti kegiatan setelah memperoleh informasi dari grup program studi.
Dalam pemeriksaan tersebut, peserta menjalani sejumlah skrining, mulai dari pengukuran tekanan darah dan gula darah hingga pemeriksaan rontgen dalam rangka ACF. Setelah pemeriksaan, peserta juga mendapat penjelasan mengenai hasil yang diperoleh.
“Karena saya jarang banget cek kesehatan dan belum pernah mengikuti pemeriksaan seperti ini. Mumpung diberikan fasilitas gratis, jadi saya menyempatkan datang. Awalnya saya juga deg-degan karena ternyata ada pemeriksaan rontgen, saya kira hanya cek kesehatan biasa,” ujar Rohana.
Setelah mengetahui hasil pemeriksaannya dalam kondisi baik, Rohana mengaku lebih terdorong untuk menjaga kesehatan. Ia berharap kegiatan serupa dapat lebih sering dilakukan di lingkungan kampus agar mahasiswa memiliki akses pemeriksaan kesehatan yang mudah dan gratis. (LSI)
Sumber : humas umy














