Tekan Angka Kasus TBC, Wamendagri Wiyagus Minta Pemda Integrasikan Program Kesehatan di Lingkungan Pesantren

Rabu, 4 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Deli Serdang – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah (Pemda), dan pesantren dalam mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TBC). Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk lingkungan pesantren yang memiliki karakteristik kehidupan komunal dengan intensitas interaksi yang tinggi.

“Pesantren ini merupakan lembaga pendidikan dan pembinaan keagamaan yang memiliki karakteristik kehidupan komunal di mana para santri tinggal belajar, kemudian berkegiatan beribadah, dan beraktivitas bersama-sama dalam satu lingkungan dan tentunya interaksi intensif ini perlu formula ataupun pola pencegahan dan pengendalian penularan tuberkulosis secara terencana,” ujar Wiyagus saat menghadiri peluncuran Program Pesantren Bebas Tuberkulosis di Pesantren Mawaridussalam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (4/11/2026).

Ia menjelaskan, pelindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat, termasuk santri dan santriwati, merupakan amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pasal 28H ayat (1) dan Pasal 34 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945). Amanat tersebut menegaskan hak setiap orang untuk memperoleh lingkungan hidup yang sehat serta tanggung jawab negara dalam menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan.

Dalam konteks tersebut, Wiyagus menegaskan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memiliki peran strategis dalam pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kemendagri mendorong agar program penanggulangan TBC menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah, baik dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), maupun rencana strategis organisasi perangkat daerah (OPD).

Selain perencanaan, Pemda juga perlu memastikan dukungan anggaran agar program penanggulangan TBC dapat berjalan secara berkelanjutan. Pelaksanaannya harus terintegrasi hingga tingkat kecamatan, desa, kelurahan, dan puskesmas.

Wiyagus mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang telah membentuk desa siaga TBC dengan capaian hampir 50 persen. Menurutnya, keberadaan desa siaga tersebut dapat menjadi kekuatan dalam memperluas jangkauan penanganan TBC, terutama melalui kolaborasi dengan pesantren yang memiliki komitmen serupa.

“Meskipun pesantren berada di bawah pembinaan Kementerian Agama, para santri yang berada di dalamnya tetap menjadi bagian dari masyarakat dan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dari pemerintah daerah,” sambungnya.

Lebih lanjut, Wiyagus menyampaikan bahwa upaya penanggulangan TBC sejalan dengan agenda pembangunan nasional, khususnya penguatan kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, yang membutuhkan masyarakat sehat dan produktif.

Ia menambahkan, pemerintah terus memperkuat pelayanan kesehatan melalui berbagai program, termasuk Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan pembangunan fasilitas kesehatan. Upaya tersebut perlu diikuti dengan penguatan pencegahan dan pengendalian penyakit hingga menjangkau lingkungan pendidikan dan keagamaan.

“Sekali lagi kami dari Kementerian Dalam Negeri menyambut baik komitmen dari pesantren yang ingin terlibat langsung dalam penanggulangan tuberkulosis yang terintegrasi dengan cek kesehatan gratis,” tandasnya.

Turut hadir pada acara tersebut, Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, serta pihak terkait lainnya.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Bukan Sekadar Administratif, Wamendagri Bima Arya Minta Kades Hadirkan Kebijakan yang Nyata Berdampak
Wamendagri Bima Arya Ingatkan Pemda: Penegakan Perda KTR Kunci Lindungi Generasi Muda dari Paparan Asap Rokok
Kasatgas Tito Instruksikan Perbaikan Darurat Tanggul Pidie Jaya Demi Keamanan Warga
Wamendagri Bima Ajak Kepala Daerah Perkuat Visi & Pelayanan Publik
Perkuat Koordinasi Lapangan, Kasatgas Tito Pastikan Daerah Bencana Bebas Tetapkan Status Tanggap Darurat
Fokus pada Pemberdayaan Lokal, Wamendagri Tekankan Pentingnya Model Pembangunan Inklusif di Tanah Papua
Langkah Konkret Pengendalian Pangan: Pemda Didorong Perluas Kerja Sama Antardaerah dan Lancarkan Logistik
Kunci Efisiensi Birokrasi: Kemendagri Minta Seluruh Pemda Budayakan Inovasi Daerah Jelang IGA 2026

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:05 WIB

Tekan Angka Kasus TBC, Wamendagri Wiyagus Minta Pemda Integrasikan Program Kesehatan di Lingkungan Pesantren

Rabu, 4 November 2026 - 14:28 WIB

Bukan Sekadar Administratif, Wamendagri Bima Arya Minta Kades Hadirkan Kebijakan yang Nyata Berdampak

Rabu, 4 November 2026 - 14:07 WIB

Wamendagri Bima Arya Ingatkan Pemda: Penegakan Perda KTR Kunci Lindungi Generasi Muda dari Paparan Asap Rokok

Rabu, 4 November 2026 - 00:57 WIB

Kasatgas Tito Instruksikan Perbaikan Darurat Tanggul Pidie Jaya Demi Keamanan Warga

Rabu, 4 November 2026 - 00:52 WIB

Wamendagri Bima Ajak Kepala Daerah Perkuat Visi & Pelayanan Publik

Berita Terbaru