Strategi Pemprov Banten: Meningkatkan Sektor Industri dan Pertanian untuk Kesejahteraan

Senin, 10 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM – Banten, Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar menerima Kunjungan Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVI Tahun 2024 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Republik Indonesia (RI) di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (10/6/2024).

Dalam kesempatan itu, kepada 30 peserta rombongan, Al Muktabar memaparkan banyak hal strategis. Utamanya bagaimana Provinsi Banten memiliki ketahanan politik dan sosial budaya, serta kondisi keamanan dan stabilitas daerah kita terjaga dengan baik berkah komitmen bersama.

Dipaparkan, selepas dari Provinsi Jawa Barat (Jabar) 24 tahun lalu, sampai saat ini Provinsi Banten terus melakukan pembangunan dalam berbagai bidang seperti infrastruktur, perekonomian, peningkatan sektor pertanian, kesehatan, pendidikan serta peningkatan SDM dalam rangka mewujudkan Generasi Emas Indonesia Tahun 2045.

“Sementara itu untuk mengoptimalkan potensi alam yang ada, kita sudah membuat Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Banten 2023-2043, sehingga semuanya sudah tertata dengan baik. Misalnya wilayah utara kita kembangkan sebagai wilayah industri dan untuk wilayah selatan kita kembangkan sektor agro,” papar Al Muktabar.

Dengan adanya kawasan industri itu, lanjutnya, dapat membantu penyerapan tenaga kerja lokal, yang itu bisa mengurangi angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Banten yang terus berprogres positif.

Masih menurut Al Muktabar, untuk memaksimalkan penyerapan tenaga kerja, Pemprov Banten juga menyesuaikan pendidikan vokasi di beberapa tempat, seperti pendidikan vokasi di Kota Cilegon yang disesuaikan dengan kebutuhan industri di sana. Lalu ke Pandeglang juga membuka pendidikan vokasi perhotelan.

“Dan itu sangat efektif. Bahkan sebelum lulus, mereka sudah diminta oleh perusahaan,” jelasnya.

Diungkapkan, pembangunan spesifik juga terus dilakukan. Terutama untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui penanganan stunting, gizi buruk, dan kemiskinan ekstrem. Penanganan dilakukan by name by addres melalui berbagai pendekatan secara pentahelix bersama Kabupaten dan Kota.

“Dari sekitar 28.000 anak stunting, saat ini yang sedang kita tangani sudah tinggal 2.900. Sehingga atas upaya itu, kita yakin akan mencapai target 14 persen tahun 2024 yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Jokowi,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Al Muktabar, untuk stabilitas di Provinsi Banten sendiri sampai saat ini masih terjaga dengan baik. Hal itu teruji dari pelaksanaan Pemilu 14 Februari 2024 kemarin yang berjalan baik dan lancar di Provinsi Banten.

Dikatakan, hal itu tidak terlepas dari peran semua pihak, termasuk TNI dan Polri yang bersinergi dengan baik. Sehingga peringatan dini bisa dilakukan. Berbagai potensi-potensi yang dapat menjadikan pelaksanaan Pemilu terganggu bisa kita antisipasi bersama.

“Termasuk dengan persiapan Pilkada yang terus kita optimalkan,” pungkasnya.

Sementara itu Pimpinan rombongan Lemhanas Bondan Tiara Sofyan menambahkan, SSDN ini merupakan kegiatan utama yang harus diikuti para peserta PPRA. SSDN merupakan kegiatan praktek lapangan, berupa kunjungan studi dengan orientasi peningkatan kemampuan analisis terhadap berbagai permasalahan di daerah.

“Provinsi Banten ini menjadi daerah yang dikunjungi karena merupakan salah satu daerah yang menyumbangkan investasi tertinggi sehingga kita ingin belajar kiat-kiat apa saja yang harus dilakukan yang itu bisa direplikasikan ke daerah lain,” ucapnya.

Namun tentu kita bisa melihat keberadaan infrastruktur yang luar biasa yang menyebabkan investasi menjadi meningkat tinggi, walaupun kalau kita lihat dari sisi UMR di Banten ini cukup tinggi.

“Tapi karena semua fasilitas tersedia sehingga investasi di Banten cukup tinggi,” ucapnya.

Tiara juga mengaku kagum dengan kemajuan cukup pesat yang terjadi di Provinsi Banten sejak berpisah dari Jawa Barat 24 tahun lalu. Bagaimana penurunan angka kemiskinan dari dua digit menjadi satu digit, itu merupakan hal yang luar biasa meskipun masih banyak hal yang perlu diperbaiki.(Wan)

Sumber: Adpim 

Berita Terkait

Bupati Dewi Setiani Pantau Langsung Penyaluran Bantuan Pasca Banjir di Patia dan Pagelaran
Sengketa Tanah Sekolah, Ratusan Murid SDN Gerendong 1 Terancam Terganggu Proses Belajar
Sinergi Koperasi dan UMKM, Bazar Murah Desa Palurahan Disambut Antusias Warga
AKBP Meryadi Sampaikan Amanat Kapolda Banten pada Upacara SMA/SMK Serentak
Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Ponpes Al-Barokah Jadi Momentum Penguatan Ukhuwah Islamiyah
Santri Makhzanul Adzkia Raih Juara MHQ 3 Juz pada Mustazan XII Alfata VII 2026
Bantuan Toren POC dan Biogas dari Gubernur Banten Dukung Gerakan Zero Waste di Tangsel
Ratusan Jamaah Hadiri Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Sindangheula

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 21:03 WIB

Bupati Dewi Setiani Pantau Langsung Penyaluran Bantuan Pasca Banjir di Patia dan Pagelaran

Senin, 19 Januari 2026 - 16:10 WIB

Sengketa Tanah Sekolah, Ratusan Murid SDN Gerendong 1 Terancam Terganggu Proses Belajar

Senin, 19 Januari 2026 - 15:14 WIB

Sinergi Koperasi dan UMKM, Bazar Murah Desa Palurahan Disambut Antusias Warga

Senin, 19 Januari 2026 - 11:47 WIB

AKBP Meryadi Sampaikan Amanat Kapolda Banten pada Upacara SMA/SMK Serentak

Senin, 19 Januari 2026 - 09:59 WIB

Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Ponpes Al-Barokah Jadi Momentum Penguatan Ukhuwah Islamiyah

Berita Terbaru