Spanyol Sambut Sukacita Kemenangan Berkat Performa Tanpa Cela Sepanjang Kompetisi

Senin, 20 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenangan tipis Spanyol atas Argentina pada final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, Minggu (19/7/2026) waktu setempat, disambut sukacita karena dinilai menjadi buah dari penampilan konsisten sepanjang turnamen. (FIFA.com)

Kemenangan tipis Spanyol atas Argentina pada final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, Minggu (19/7/2026) waktu setempat, disambut sukacita karena dinilai menjadi buah dari penampilan konsisten sepanjang turnamen. (FIFA.com)

Alex, salah seorang suporter Spanyol, mengatakan tim asuhan negaranya pantas mengangkat trofi setelah tampil stabil sejak fase awal hingga laga puncak.

“Kami bermain sangat baik sepanjang turnamen, terus meraih hasil positif, dan akhirnya menjadi juara,” ujarnya.

Menurut Alex, keberhasilan Spanyol bukan hanya ditentukan kemenangan di final, melainkan oleh performa yang nyaris tanpa cela selama kompetisi. Spanyol menutup turnamen tanpa terkalahkan dan hanya sekali kebobolan.

Ia juga menilai penghargaan individu yang diraih para pemain Spanyol mencerminkan dominasi tim. Bek muda Pau Cubarsi dinobatkan sebagai pemain muda terbaik, sedangkan gelandang Rodrigo Hernandez (Rodri) terpilih sebagai pemain terbaik turnamen.

“Karena itu Cubarsi pantas menjadi pemain muda terbaik dan Rodri layak menjadi pemain terbaik,” katanya.

Alex mengaku semakin puas karena Spanyol mampu membatasi pengaruh kapten Argentina, Lionel Messi, pada laga final yang ditentukan lewat gol Ferran Torres pada menit ke-106.

“Saya senang kami mengalahkan Messi di final,” ujarnya.

Pendukung Spanyol lainnya, Luis dan Carlos, mengungkapkan kebanggaan serupa. Mereka menilai keberhasilan mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya, setelah edisi 2010, merupakan hasil permainan kolektif yang solid.

“Performa kami luar biasa,” kata Luis.

“Kami senang Spanyol menjadi juara Piala Dunia untuk kedua kalinya,” timpal Carlos.

Meski demikian, keduanya tetap memberikan apresiasi kepada Messi. Luis menyebut penyerang berusia 39 tahun itu sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang sejarah, tetapi menilai permainan kolektif Spanyol menjadi pembeda pada laga final.

“Messi, bagi saya, adalah pesepak bola terbaik sepanjang masa. Namun, Spanyol bermain sebagai sebuah tim. Saya mencintaimu, Messi, tetapi hari ini kami yang menang,” ujarnya.

Carlos juga menilai penampilan Messi pada partai puncak tidak sebaik laga-laga sebelumnya, meski perjalanan sang kapten bersama Argentina sepanjang turnamen tetap layak diapresiasi.

“Perjalanan Messi di Piala Dunia kali ini luar biasa. Dia salah satu pemain terbaik dalam sejarah. Namun, final ini bukan pertandingan terbaiknya. Kami senang Spanyol bisa mengalahkan tim sekuat Argentina,” katanya.

Sepanjang Piala Dunia 2026, Messi tetap menunjukkan produktivitas tinggi dengan mencetak delapan gol dan empat assist. Catatan itu menjadikannya pencetak gol terbanyak kedua turnamen di bawah penyerang Prancis, Kylian Mbappe, yang mengemas 10 gol dan empat assist.

Secara keseluruhan, Messi telah mengoleksi 21 gol dalam penampilannya di Piala Dunia sejak 2006. Torehan tersebut menjadi yang terbanyak kedua sepanjang sejarah setelah Mbappe yang telah mengumpulkan 22 gol. Adapun Messi masih memegang rekor sebagai pemberi assist terbanyak dalam sejarah Piala Dunia dengan 12 assist. (ihd)

Berita Terkait

Tanpa Ronaldo, Portugal Pesta Gol di Kandang Denmark
Indra Syafri Puji Garuda Bertahan dengan 10 Pemain, Tapi Sistem Dipertanyakan
10 Pemain Indonesia Tahan Imbang Malaysia Tanpa Gol di GBK
63.000 Tiket Terjual, GBK Penuh, Rivalitas Indonesia-Malaysia Kembali Membara
Persija Serahkan Dugaan Diskriminasi terhadap Shin Tae-yong kepada Komdis PSSI
Gol Perdana Arlyansyah Jadi Modal Persija Menjaga Tren Kemenangan
Persija Sempurna di Tiga Laga, Shin Tae-yong Gembira, Puji Persiapan Tim
Persija Tundukkan Persib 2-1, Gol Mamut di Masa Tambahan Waktu Jadi Penentu
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Tanpa Ronaldo, Portugal Pesta Gol di Kandang Denmark

Selasa, 29 September 2026 - 18:10 WIB

Indra Syafri Puji Garuda Bertahan dengan 10 Pemain, Tapi Sistem Dipertanyakan

Senin, 28 September 2026 - 22:32 WIB

10 Pemain Indonesia Tahan Imbang Malaysia Tanpa Gol di GBK

Senin, 28 September 2026 - 17:01 WIB

63.000 Tiket Terjual, GBK Penuh, Rivalitas Indonesia-Malaysia Kembali Membara

Selasa, 22 September 2026 - 22:37 WIB

Persija Serahkan Dugaan Diskriminasi terhadap Shin Tae-yong kepada Komdis PSSI

Berita Terbaru