Sita Rp2 Miliar Lebih, OTT Gubernur Riau Jadi Operasi Keenam KPK di 2025

Selasa, 4 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Riau Abdul Wahid meniti tangga menuju ruang pemeriksaan setiba di gedung KPK Selasa (7/22/2025). (Jennus)

Gubernur Riau Abdul Wahid meniti tangga menuju ruang pemeriksaan setiba di gedung KPK Selasa (7/22/2025). (Jennus)

“Jika dirupiahkan, maka lebih dari Rp1 miliar,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto telah membenarkan penangkapan Gubernur Abdul Wahid dalam OTT yang dilakukan pada Senin (3/11). “Ya,” kata Fitroh singkat saat dikonfirmasi di Jakarta. Pernyataan itu juga ditegaskan oleh Ketua KPK Setyo Budiyanto. “Benar, sementara masih berproses,” ujarnya.

KPK belum menjelaskan secara rinci perkara yang melatari OTT tersebut. Namun, lembaga antirasuah itu memastikan proses pemeriksaan tengah berlangsung terhadap sejumlah pihak yang diamankan bersama Gubernur Abdul Wahid.

Enam OTT Sepanjang Tahun Ini

Operasi terhadap Gubernur Riau menjadi OTT keenam KPK sepanjang tahun 2025. Lembaga antirasuah ini sebelumnya telah melakukan lima OTT di berbagai daerah dengan beragam kasus korupsi.

OTT pertama digelar pada Maret 2025 di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, terkait dugaan suap antara anggota DPRD dan pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat.

Berikutnya, pada Juni 2025, KPK menangkap sejumlah pejabat Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara dan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Sumut atas dugaan suap proyek pembangunan jalan.

OTT ketiga terjadi pada 7-8 Agustus 2025 di tiga lokasi sekaligus—Jakarta, Kendari (Sulawesi Tenggara), dan Makassar (Sulawesi Selatan)—terkait dugaan korupsi pembangunan rumah sakit umum daerah di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.

Kemudian pada 13 Agustus 2025, KPK kembali menggelar OTT di Jakarta dalam perkara dugaan suap kerja sama pengelolaan kawasan hutan.

Adapun OTT kelima menyasar kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan yang menyeret Wakil Menteri Ketenagakerjaan saat itu, Immanuel Ebenezer Gerungan.

Dengan penangkapan Gubernur Abdul Wahid, KPK menegaskan komitmennya untuk terus menindak praktik korupsi di semua tingkatan, baik di pusat maupun daerah.

Berita Terkait

Stop Kekacauan Bantargebang, DPRD Kota Bekasi Desak Evaluasi Kerja Sama Pemprov DKI
Profil Marsudin Nainggolan, Hakim yang Dorong Reformasi dan Inovasi Peradilan
Penduduk Indonesia 2025 Capai 288 Juta Jiwa, Pulau Jawa Masih Terpadat
DPRD Kota Bekasi Desak Klarifikasi Jakarta Usai Longsor Maut di TPST Bantargebang
Revitalisasi 39 KUA di Jakarta, Kemenag dan Pemprov Percepat Pengalihan Aset
Komisi III DPR Geregetan atas Lambannya Polisi Tangani Pengeroyokan Mahasiswa Undip
IGTKI Lampung Gelar Pengajian Akbar, Perkuat Komitmen Pendidikan Anak Usia Dini
Wamendagri Bima Arya Usulkan “Rumah Inovasi Daerah” untuk Perkuat Daya Saing dan Kolaborasi Multipihak
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 17:19 WIB

Stop Kekacauan Bantargebang, DPRD Kota Bekasi Desak Evaluasi Kerja Sama Pemprov DKI

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:17 WIB

Profil Marsudin Nainggolan, Hakim yang Dorong Reformasi dan Inovasi Peradilan

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:58 WIB

Penduduk Indonesia 2025 Capai 288 Juta Jiwa, Pulau Jawa Masih Terpadat

Senin, 9 Maret 2026 - 22:07 WIB

DPRD Kota Bekasi Desak Klarifikasi Jakarta Usai Longsor Maut di TPST Bantargebang

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:05 WIB

Revitalisasi 39 KUA di Jakarta, Kemenag dan Pemprov Percepat Pengalihan Aset

Berita Terbaru

Banten

Prof. Suparman, Tekankan Sedekah Meski Seribu Rupiah

Rabu, 1 Apr 2026 - 00:12 WIB