Seba Baduy Jadi Sarana Sinergi Pelestarian Budaya dan Kesiapsiagaan Bencana

Jumat, 2 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Kota Serang — Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa strategi mitigasi bencana tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai budaya lokal yang telah mengakar di tengah masyarakat. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Seba Baduy 2025 yang digelar di Alun-alun Barat Kota Serang, Jumat (2/5/2025).

Menurutnya, pembangunan sistem mitigasi bencana harus memperhatikan integrasi antara ilmu pengetahuan modern dengan kearifan lokal yang telah terbukti menjadi bagian dari upaya masyarakat menjaga keberlangsungan hidup.

“Budaya lokal seperti literasi lisan dan adat istiadat tidak boleh tertinggal. Justru harus menjadi bagian dari solusi dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi bencana,” ujar Daryono saat diwawancarai wartawan.

Ia menilai bahwa kearifan lokal merupakan hasil dari sintesis budaya yang panjang, mencerminkan pemahaman masyarakat terhadap alam dan lingkungan sekitarnya. Dengan pendekatan berbasis budaya, masyarakat dinilai lebih siap secara mental dan sosial dalam menghadapi risiko bencana.

Provinsi Banten, kata Daryono memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami. Oleh karena itu, pendekatan yang berbasis komunitas dan adat dinilai sangat relevan untuk menciptakan sistem mitigasi yang efektif dan berkelanjutan.

“Kita ingin masyarakat tidak hanya mengenali risiko, tapi juga memahami cara bertindak yang tepat, sesuai dengan budaya yang mereka pegang. Ini kolaborasi antara sains dan tradisi,” tegasnya.

Sementara itu, kegiatan Seba Baduy 2025 menjadi ruang interaksi edukatif antara pelajar, tokoh adat, dan pegiat lingkungan dalam memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian budaya dan kesiapsiagaan bencana.

( Yuyi Rohmatunisa)

Berita Terkait

Hari Buruh 2026, Polda Banten Serukan Kebersamaan dan Stabilitas Kamtibmas
Turnamen Futsal 2026 Pelajar se-Tangerang Raya, Warnai May Day Cup 2026
Pemprov Banten Dorong Implementasi MBG 3B untuk Cegah Stunting di Lebak
Kabidhumas Polda Banten: Pengamanan May Day Bentuk Pelayanan kepada Masyarakat
Rekomendasi DPRD atas LKPj 2025 Akan Masuk Perencanaan dan Penganggaran Pemprov Banten
MBG 3B Dinilai Mampu Kurangi Beban Ekonomi Keluarga di Banten
Paripurna DPRD Banten Setujui Rekomendasi LKPj Gubernur Tahun Anggaran 2025
Dindikbud Banten Lakukan Pemeringkatan Cagar Budaya Berjenjang

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:17 WIB

Hari Buruh 2026, Polda Banten Serukan Kebersamaan dan Stabilitas Kamtibmas

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:11 WIB

Turnamen Futsal 2026 Pelajar se-Tangerang Raya, Warnai May Day Cup 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:45 WIB

Pemprov Banten Dorong Implementasi MBG 3B untuk Cegah Stunting di Lebak

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:10 WIB

Kabidhumas Polda Banten: Pengamanan May Day Bentuk Pelayanan kepada Masyarakat

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:58 WIB

Rekomendasi DPRD atas LKPj 2025 Akan Masuk Perencanaan dan Penganggaran Pemprov Banten

Berita Terbaru