JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) meluncurkan layanan wisata medis pada akhir Januari 2026 sebagai bagian dari upaya menahan arus warga Indonesia yang selama ini berobat ke luar negeri. Melalui layanan ini, RSCM menargetkan pengembalian devisa hingga Rp20 triliun ke dalam negeri.
Peluncuran wisata medis tersebut menandai langkah strategis RSCM sebagai rumah sakit rujukan nasional dalam memperkuat daya saing layanan kesehatan Indonesia di tingkat regional. Wisata medis yang dikembangkan mencakup pelayanan kesehatan terpadu bagi pasien domestik maupun mancanegara, mulai dari layanan unggulan, fasilitas penunjang berstandar internasional, hingga pendampingan selama proses perawatan.
Direktur Utama RSCM menyampaikan bahwa selama ini belanja kesehatan masyarakat Indonesia di luar negeri, khususnya ke Singapura dan Malaysia, masih tergolong tinggi dan menjadi salah satu sumber kebocoran devisa. Dengan penguatan layanan wisata medis, RSCM berharap masyarakat memperoleh layanan kesehatan berkualitas tanpa harus keluar negeri.
Selain meningkatkan kualitas layanan klinis, RSCM juga membenahi aspek nonmedis, seperti kemudahan akses informasi, sistem layanan terpadu, serta kolaborasi dengan sektor pariwisata dan perhotelan. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman berobat yang lebih nyaman dan komprehensif bagi pasien dan keluarga.
Pemerintah menilai pengembangan wisata medis menjadi salah satu instrumen penting dalam penguatan ketahanan sektor kesehatan nasional. Kehadiran RSCM dalam skema ini diharapkan tidak hanya menahan devisa keluar, tetapi juga mendorong Indonesia menjadi tujuan wisata medis di kawasan Asia Tenggara.
Dengan target pengembalian devisa Rp 20 triliun, RSCM optimistis wisata medis dapat menjadi pengungkit baru bagi perekonomian nasional sekaligus mempertegas peran rumah sakit nasional sebagai pusat layanan kesehatan berstandar global. (ihd)













