Ritual Adat dan Budaya Warnai Seba Baduy, 1.753 Peserta Hadir Tahun Ini

Sabtu, 3 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Kota Serang – Tradisi tahunan Seba Baduy kembali dilaksanakan di Provinsi Banten. Salah satu momen sakral dalam rangkaian kegiatan tahun ini adalah ritual mumuluk, yakni makan bersama antara pimpinan daerah dan warga Baduy yang dijadwalkan berlangsung Sabtu pagi (3/5/2025) pukul 06.30 WIB bersama Gubernur Banten, Andra Soni.

Pelaksana di Bidang Kebudayaan Seksi Sejarah dan Tradisi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Lilih Rohilah, SE., MM., dalam wawancara dengan wartawan Jumat (2/5/2025), menjelaskan bahwa ritual mumuluk menjadi simbol keharmonisan antara pemerintah dan masyarakat adat Baduy.

“Makanan yang wajib disantap pimpinan dalam ritual ini adalah umbu pait dan laksa. Umbu pait seperti pare, tapi rasanya lebih pahit. Biasanya dimasak menjadi lodeh. Sementara laksa adalah fermentasi nasi selama seminggu yang dikukus dan bisa dicampur kelapa,” jelas Lilih.

Ia menambahkan, dalam kepercayaan masyarakat Baduy pemimpin yang memakan umbu pait dan laksa akan dihormati dan diikuti oleh seluruh warga. Selain itu, umbu pait diyakini dapat menguatkan otot kaki, menjelaskan daya tahan fisik luar biasa warga Baduy saat berjalan kaki jarak jauh.

Tahun ini, jumlah warga Baduy yang mengikuti Seba tercatat sebanyak 1.666 peserta, ditambah sopir dan pendamping menjadi total 1.753 peserta. Kegiatan dimulai dari Kabupaten Lebak dan berlangsung selama dua hari, termasuk diskusi budaya, penampilan seni debus dan pemutaran film karya anak Banten.

Uniknya, tahun ini ritual mandi peserta Baduy dilakukan di Pancuran Mas, bukan lagi di Sungai Cibanten seperti tahun – tahun sebelumnya.

“Setelah diskusi dengan para kolot Baduy, diketahui bahwa hulunya memang di Pancuran Mas, jadi kita arahkan ke sana,” ujar Lilih.

Setelah prosesi di Museum Purbakala Banten Lama, malam harinya digelar ritual adat yang dipimpin Jaro Warga sesuai hasil musyawarah Baduy. Rangkaian acara ditutup dengan dengan nonton bareng film klasik pilihan warga, pertunjukan wayang, serta menginap di Pendopo Gubernur yang telah disiapkan tenda.

Keesokan harinya, acara puncak mumuluk bersama gubernur akan dilaksanakan, sebelum warga kembali ke daerah asal dalam prosesi Seba Panungtung, yakni kunjungan dan ritual ke bupati.

“Kegiatan tidak hanya memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat adat, tapi juga menjadi sarana promosi warisan budaya Banten agar semakin dikenal luas,” tutup Lilih.

(Yuyi Rohmatunisa)

Berita Terkait

Menag Tekankan Agama sebagai Kompas di Tengah Disrupsi Teknologi
PW Mathla’ul Anwar Banten Paparkan Kiprah di Muktamar dan Munas
Balita Kejang Berhasil Diselamatkan, Polisi Antar ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten
Pokja Wartawan Pandeglang Soroti Tantangan Media Digital dalam Halal Bihalal
Prof. Soleh Hidayat Optimistis, Mathla’ul Anwar Bisa Sejajar NU dan Muhammadiyah
Dukungan Bupati Kuat, Ketua LPTQ Serang Siapkan Regenerasi Qori
Forkopimda Pandeglang Hadiri Penutupan Kejuaraan Bulu Tangkis Spirit 152
BAZNAS Banten Luncurkan Program Jumat Berbagi bagi Siswa SMA dan SMK

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 14:50 WIB

Menag Tekankan Agama sebagai Kompas di Tengah Disrupsi Teknologi

Minggu, 12 April 2026 - 09:19 WIB

PW Mathla’ul Anwar Banten Paparkan Kiprah di Muktamar dan Munas

Sabtu, 11 April 2026 - 22:02 WIB

Balita Kejang Berhasil Diselamatkan, Polisi Antar ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten

Sabtu, 11 April 2026 - 21:53 WIB

Pokja Wartawan Pandeglang Soroti Tantangan Media Digital dalam Halal Bihalal

Sabtu, 11 April 2026 - 21:48 WIB

Prof. Soleh Hidayat Optimistis, Mathla’ul Anwar Bisa Sejajar NU dan Muhammadiyah

Berita Terbaru