Wamendagri Ribka Haluk Dorong Kepala Daerah Perkuat Komitmen di Bidang Pendidikan

Kamis, 2 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Yogyakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) untuk memprioritaskan pelayanan dasar di bidang pendidikan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan, pemenuhan layanan pendidikan yang berkualitas menjadi salah satu prasyarat penting untuk menghasilkan SDM yang mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan.

Ribka menjelaskan, sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya pada Pasal 12 ayat (1), disebutkan bahwa pendidikan merupakan urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar. Karena itu, Pemda memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap warga negara memperoleh hak atas layanan pendidikan secara adil, merata, dan inklusif.

“Pendidikan adalah hak setiap warga negara termasuk warga negara kelompok rentan. Ada disabilitas, kemudian masyarakat kita yang ada di kantong-kantong kemiskinan ekstrem. Ini juga perlu mendapatkan pelayanan,” ujar Ribka pada Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Yogyakarta, Kamis (2/7/2026).

Meski demikian, Ribka menilai pemenuhan pelayanan dasar bidang pendidikan masih menghadapi berbagai tantangan. Ia mengatakan, masih terdapat Pemda yang belum optimal menerapkan Standar Pelayanan Minimal (SPM), sehingga pelayanan pendidikan belum sepenuhnya menjangkau masyarakat. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari keterbatasan kapasitas fiskal daerah, tantangan geografis, hingga persoalan kemiskinan.

“Tentunya ada banyak hal yang mempengaruhi terkait dengan kekuatan fiskal daerah, kemudian terkait dengan tantangan geografis, masalah keamanan, pokoknya banyak hal lah. Masalah kemiskinan, kemiskinan ekstrem, ini mungkin mempengaruhi semuanya,” ungkap Ribka.

Karena itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus memperkuat fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah agar pelaksanaan urusan wajib berjalan sesuai ketentuan. Upaya tersebut dilakukan melalui pembinaan, pelatihan, bimbingan teknis, evaluasi perencanaan pembangunan daerah, hingga pengawasan terhadap implementasi pelayanan dasar guna mengoptimalkan penerapan SPM di daerah.

Lebih lanjut, Ribka menyoroti masih tingginya angka anak yang tidak bersekolah, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi. Kondisi tersebut, kata Ribka, menunjukkan masih banyak anak yang belum memperoleh hak atas pendidikan sehingga memerlukan perhatian dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Ini menjadi tanggung jawab kita semua, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang tentunya harus wajib dilaksanakan oleh pemerintah daerah karena ini merupakan hak daripada anak-anak bangsa yang ada di daerah-daerah terisolasi,” tutur Ribka.

Ia menambahkan, Pemda juga menghadapi berbagai tantangan dalam memenuhi pelayanan dasar bidang pendidikan, termasuk keterbatasan anggaran. Namun, ia menegaskan, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengesampingkan pemenuhan hak masyarakat atas layanan pendidikan.

“Kami tahu sekali kondisi kepala daerah. Tetapi kita tidak bisa menyerah dengan itu,” jelasnya.

Ribka menambahkan, peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, serta berbagai mitra pembangunan agar akses pendidikan semakin merata dan angka putus sekolah dapat ditekan.

“Urusan pendidikan tidak hanya dikerjakan oleh pemerintah. Tetapi bagaimana kita mengajak pemerintah, keluarga, sekolah. Jadi sistem dan siklus pendidikan ini betul-betul kita tata dengan baik,” tandasnya.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Pemerintah Dorong Sektor Kelautan untuk Menopang Ketahanan Pangan Nasional
Raih Penghargaan PBB, Siskeudes Didorong Tingkatkan Akuntabilitas Keuangan Desa
Cetak Aparatur Berintegritas, Pendidikan Kepemimpinan Didorong Perkuat Pelayanan Publik
Makassar Jadi Tuan Rumah HUT Ke-46 Dekranas, Tri Tito Ingin Produk Kerajinan Tembus Pasar Global
Pesan Menekraf untuk Wisudawan STIAMI: Saatnya Generasi Muda Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif
Percepatan Huntap Jadi Prioritas, Kasatgas Tito Restui Penggunaan Dana Siap Pakai BNPB
Wamendagri Ribka Minta Pemda Papua Maksimalkan Dana Otsus Lewat Pendekatan 5T
Pelepasan Lahan HGU Capai Kesepakatan, Pembangunan 2.212 Huntap di Aceh Tamiang Dipacu

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:46 WIB

Pemerintah Dorong Sektor Kelautan untuk Menopang Ketahanan Pangan Nasional

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:40 WIB

Raih Penghargaan PBB, Siskeudes Didorong Tingkatkan Akuntabilitas Keuangan Desa

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:35 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Kepala Daerah Perkuat Komitmen di Bidang Pendidikan

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:51 WIB

Makassar Jadi Tuan Rumah HUT Ke-46 Dekranas, Tri Tito Ingin Produk Kerajinan Tembus Pasar Global

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:30 WIB

Pesan Menekraf untuk Wisudawan STIAMI: Saatnya Generasi Muda Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif

Berita Terbaru