Revitalisasi Sekolah Pascabencana Dikebut, 3.002 Satuan Pendidikan Sudah Teken PKS

Sabtu, 9 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Aceh – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat revitalisasi fasilitas pendidikan terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Berdasarkan data Satgas PRR pada 8 Mei, total fasilitas pendidikan terdampak di tiga provinsi mencapai 4.922 satuan pendidikan. Meski menghadapi dampak kerusakan cukup besar, seluruh sekolah terdampak dipastikan tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan capaian 100 persen, baik di sekolah asal, kelas darurat, tenda pendidikan, maupun lokasi belajar sementara.

Hingga kini, sebanyak 3.002 sekolah telah melaksanakan Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi satuan pendidikan dengan total anggaran mencapai Rp2,86 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.792 sekolah telah menerima penyaluran tahap pertama dengan total dana tersalurkan mencapai Rp1,9 triliun.

Di Aceh, revitalisasi telah berjalan di 2.012 sekolah dengan total anggaran Rp1,98 triliun. Sementara di Sumatera Utara mencapai 658 sekolah dengan anggaran Rp600,9 miliar, dan di Sumatera Barat sebanyak 332 sekolah dengan dukungan anggaran Rp281,7 miliar.

Juru Bicara Satgas PRR Amran mengatakan percepatan revitalisasi sekolah terus didorong karena pendidikan menjadi salah satu sektor prioritas dalam pemulihan pascabencana.

“Fasilitas pendidikan terdampak memang cukup besar. Karena itu proses pembangunan dan rehabilitasi terus didorong agar penyelesaiannya bisa berlangsung cepat,” ujar Amran.

Menurutnya, percepatan revitalisasi juga dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk bersama TNI Angkatan Darat. Sebanyak 2.606 sekolah direvitalisasi secara swakelola, sementara 267 sekolah kategori rusak berat dan relokasi ditangani melalui kerja sama dengan TNI AD.

Amran menjelaskan, proses pembangunan sekolah terdampak dilakukan secara bertahap karena harus menyesuaikan kondisi di lapangan, mulai dari pembersihan lahan hingga pembangunan kembali untuk sekolah yang mengalami kerusakan berat.

“Kalau rusak berat tentu membutuhkan pembangunan baru sehingga tidak bisa langsung ditempati. Karena itu ada beberapa sekolah yang sementara direlokasi untuk memastikan pembelajaran tetap berjalan,” pungkasnya.

Satgas PRR memastikan percepatan revitalisasi fasilitas pendidikan akan terus dilakukan agar para siswa di wilayah terdampak dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman.(LSI)

Sumber : Satgas PRR

Berita Terkait

Rindu Bawa Pulang Hadiah Motor, Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Meriahkan Kebersamaan SMSI dan Dewan Pers
Pertumbuhan Ekonomi Kendari Lampaui Nasional, Wamendagri Akhmad Wiyagus Beri Apresiasi
Satgas PRR Hadirkan Huntara Layak, Penyintas Mulai Menata Hidup Baru
Kemenag Bentuk AHWA, Seleksi Majelis Masyayikh 2026–2031 Mulai Disiapkan
Wamendagri Akhmad Wiyagus Dorong Daerah Terapkan Konsep Quality Tourism dan Ekonomi Hijau
Peserta dari Papua hingga Akademisi Ikuti Pelatihan Pengentasan Kemiskinan di Beijing
Menteri Ekraf Siap Kembangkan Ekosistem IP Ilustrasi bersama JICAF 2026
Menteri Ekraf Kawal Gastronomi Padang Menuju Pentas Global

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:12 WIB

Rindu Bawa Pulang Hadiah Motor, Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Meriahkan Kebersamaan SMSI dan Dewan Pers

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:13 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kendari Lampaui Nasional, Wamendagri Akhmad Wiyagus Beri Apresiasi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:03 WIB

Satgas PRR Hadirkan Huntara Layak, Penyintas Mulai Menata Hidup Baru

Sabtu, 9 Mei 2026 - 07:56 WIB

Revitalisasi Sekolah Pascabencana Dikebut, 3.002 Satuan Pendidikan Sudah Teken PKS

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:29 WIB

Kemenag Bentuk AHWA, Seleksi Majelis Masyayikh 2026–2031 Mulai Disiapkan

Berita Terbaru