Retret Kepala Daerah 2025: Kemenkeu Bahas Optimalisasi Anggaran

Rabu, 26 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Magelang – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus menegaskan komitmennya untuk memacu suksesnya pembangunan nasional, khususnya dengan mendorong sinergisitas pemerintah pusat dan daerah.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perimbangan Keuangan Kemenkeu Luky Alfirman menjelaskan, sinergisitas tersebut terwujud salah satunya dalam hal pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia menekankan, instrumen tersebut merupakan alat untuk merealisasikan program.

“Tujuannya apa? Ya tadi, bagaimana kita membangun ekonomi, membangun rakyat Indonesia, membangun, memberikan manfaat sebesar-besarnya, menyejahterakan rakyat di seluruh pelosok,” ujar Luky saat menjadi pembicara pada Retret Kepala Daerah 2025 di Lembah Tidar Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2025).

Ia menjelaskan, struktur APBN terbagi menjadi anggaran pendapatan dan belanja. Anggaran pendapatan bersumber dari pajak hingga dana hibah. Setelah dana tersebut terkumpul, kemudian dapat dibelanjakan. Sedangkan dari sisi APBD, anggaran pendapatan bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dana transfer dari pemerintah pusat.

Ia menambahkan, dana transfer tersebut beberapa di antaranya direalisasikan untuk membangun infrastruktur di daerah. Ia memastikan, pada gilirannya realisasi anggaran tersebut dinikmati oleh masyarakat.

“Tujuannya adalah kita ingin mendorong pembangunan ekonomi, tapi juga kita ingin melakukan pemerataan yang sifatnya inklusif,” ujar Luky.

Dirinya menekankan, dalam melaksanakan tugas tersebut Kemenkeu bekerja secara profesional. Dalam pertemuan itu, Luky juga mengajak para kepala daerah untuk bersama-sama meningkatkan PAD masing-masing. Di samping itu, daerah juga dipacu untuk untuk mengoptimalkan iklim investasi.

“Sangat penting untuk menjaga bahwa ekonomi kita terus bergerak, terus kondusif, terjaga iklim investasi, iklim usahanya. Kalau ekonominya bergerak, pajaknya bergerak, pajaknya tambah tinggi, belanjanya pun bisa tambah tinggi, tambah besar,” tandasnya. (wan)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Upacara Pemakaman Militer di Wonosobo Tegaskan Penghargaan bagi Prajurit Purnawirawan
Sinergi TNI dan Rakyat, TMMD Wonosobo Dorong Pembangunan Desa Berkelanjutan
Pengukuhan Pengurus dan Bakti Sosial Jadi Momentum Kebersamaan Komunitas Merpati
Pabrik HS Dorong Inklusi, Puluhan Karyawan Disabilitas Kini Mandiri Secara Ekonomi
TMMD Sengkuyung Tahap II Bangun Jalan Usaha Tani dan RTLH di Kaliwiro
Wamenkes Dorong Skrining Massal TB, Sasar Keluarga Pasien di Pati
Dandim Wonosobo Tegaskan Kampung Pancasila sebagai Gerakan Persatuan
Pembinaan Sepak Bola Usia Dini Diperkuat melalui “Sultan Fatah Cup” 2026

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 14:54 WIB

Upacara Pemakaman Militer di Wonosobo Tegaskan Penghargaan bagi Prajurit Purnawirawan

Selasa, 28 April 2026 - 10:48 WIB

Sinergi TNI dan Rakyat, TMMD Wonosobo Dorong Pembangunan Desa Berkelanjutan

Selasa, 28 April 2026 - 10:33 WIB

Pengukuhan Pengurus dan Bakti Sosial Jadi Momentum Kebersamaan Komunitas Merpati

Jumat, 24 April 2026 - 10:15 WIB

Pabrik HS Dorong Inklusi, Puluhan Karyawan Disabilitas Kini Mandiri Secara Ekonomi

Kamis, 23 April 2026 - 09:08 WIB

TMMD Sengkuyung Tahap II Bangun Jalan Usaha Tani dan RTLH di Kaliwiro

Berita Terbaru