Wamenkes Dorong Skrining Massal TB, Sasar Keluarga Pasien di Pati

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Pati – Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Oktavianus, meninjau pelaksanaan program cek kesehatan gratis bagi keluarga pasien tuberkulosis (TB) di Balai Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, Selasa (21/4). Pemeriksaan yang dilakukan meliputi skrining kesehatan hingga foto rontgen sebagai upaya deteksi dini penularan TB di masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenkes menegaskan bahwa program kesehatan nasional saat ini berfokus pada dua prioritas utama, yakni penanganan stunting dan pemberantasan tuberkulosis.

“Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dunia untuk kasus TB. Ini harus menjadi perhatian serius. Kita ingin kasus TB bisa segera ditekan,” ujar Benjamin.

Berdasarkan data tahun sebelumnya, Kabupaten Pati mencatat sebanyak 2.658 kasus tuberkulosis. Angka tersebut menjadi perhatian pemerintah pusat karena berpotensi menimbulkan penularan yang lebih luas apabila tidak segera ditangani.

Melalui program Cek Kesehatan Gratis, pemerintah menargetkan pelaksanaan skrining setidaknya di 120 titik di seluruh wilayah Kabupaten Pati. Kegiatan ini dilakukan secara masif hingga ke tingkat desa melalui posyandu dan kantor pedukuhan.

“Kita kejar masyarakat yang belum sakit untuk diberikan terapi pencegahan, sementara yang sudah terdiagnosis langsung mendapatkan pengobatan,” jelasnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, pemerintah juga menyiapkan program renovasi rumah bagi pasien TB yang tinggal di hunian tidak layak. Upaya ini dilakukan untuk memperbaiki faktor lingkungan, seperti ventilasi yang buruk, yang dapat mempercepat penyebaran penyakit. Saat ini, tercatat sebanyak 34 rumah di Kabupaten Pati telah didaftarkan untuk mendapatkan bantuan renovasi.

Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan melakukan pendataan ulang seluruh pasien TB dalam waktu 10 hari kalender.

Pendataan tersebut mencakup pasien lama serta potensi penambahan kasus baru pada tahun berjalan. Selain itu, keluarga pasien juga akan menjalani skrining ulang.

“Kami akan data dalam 10 hari ke depan dan melaporkannya ke Kementerian Kesehatan. Potensi penambahan kasus tetap ada,” ujarnya.

Pemerintah menegaskan bahwa upaya penanggulangan tuberkulosis membutuhkan kolaborasi lintas sektor, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat.(rel)

Sumber : Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik

Berita Terkait

Titiek Soeharto Puji Nusakambangan yang Kini Jadi Sentra Ketahanan Pangan
Sidak KDKMP oleh BPKP dan Mabes TNI, Wonosobo Tunjukkan Kesiapan Program
Ribuan Umat Buddha Lepaskan 2.570 Lampion dalam Puncak Waisak di Candi Borobudur
Kegiatan Kurban IKHROM 2026 Catat Peningkatan Jumlah Distribusi Daging
Kodim Wonosobo Tingkatkan Profesionalisme Prajurit melalui Latihan Menembak
TMMD Sengkuyung Tahap II Diharapkan Tingkatkan Akses dan Ekonomi Warga Desa Grugu
Rumah Reyot Disulap Jadi Nyaman, Warga Grugu Haru Terima Bantuan RTLH TMMD
Dari Mahasiswa Sederhana hingga Sekda Demak, Perjalanan Hidup Akhmad Sugiharto Menginspirasi

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 09:08 WIB

Titiek Soeharto Puji Nusakambangan yang Kini Jadi Sentra Ketahanan Pangan

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:27 WIB

Sidak KDKMP oleh BPKP dan Mabes TNI, Wonosobo Tunjukkan Kesiapan Program

Senin, 1 Juni 2026 - 08:41 WIB

Ribuan Umat Buddha Lepaskan 2.570 Lampion dalam Puncak Waisak di Candi Borobudur

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:56 WIB

Kegiatan Kurban IKHROM 2026 Catat Peningkatan Jumlah Distribusi Daging

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:32 WIB

Kodim Wonosobo Tingkatkan Profesionalisme Prajurit melalui Latihan Menembak

Berita Terbaru